- PT Prodia Diagnostic Line Tbk resmi memulai penawaran umum perdana saham dengan kode emiten PRDL di pasar modal.
- Perusahaan manufaktur alat kesehatan di Cikarang ini melepas 30% sahamnya guna meraih target pendanaan Rp62,74 miliar.
- Aksi korporasi ini menarik perhatian karena keterkaitan investasi tidak langsung dari konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Prodia Widyahusada.
Suara.com - Produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostics (IVD) dari Grup Prodia, PT Prodia Diagnostic Line Tbk, secara resmi memulai periode penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan menggunakan kode emiten PRDL.
Membawa nama besar Prodia yang telah berpengalaman selama lebih dari 53 tahun di industri laboratorium klinik nasional, PRDL didirikan pada tahun 2010 sebagai unit bisnis strategis yang berfokus pada manufaktur alat kesehatan diagnostik.
Perusahaan mengoperasikan fasilitas produksi modern yang terletak di Kawasan Industri Jababeka III, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta telah mengantongi sertifikasi internasional ISO 13485:2016 dan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB).
Hingga saat ini, produk reagen kimia klinik, instrumen laboratorium, serta alat tes diagnostik cepat (rapid test) buatan PRDL telah melayani lebih dari 7.000 fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Selain memproduksi merek sendiri, perusahaan juga menyediakan layanan kustomisasi menyeluruh melalui manufaktur OEM (Original Equipment Manufacturer), mulai dari formulasi hingga desain kemasan bagi klien pihak ketiga.
Struktur Kepemilikan Saham dan Kaitannya dengan Prajogo Pangestu
Berdasarkan data resmi e-IPO, struktur kepemilikan saham dalam tubuh PT Prodia Diagnostic Line Tbk diisi oleh tiga entitas utama, yaitu:
PT Prodia Utama: 51%
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA): 39%
Baca Juga: Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
Diasys Diagnostic Systems GmbH: 10%
Menariknya, rencana aksi korporasi PRDL ini turut memicu perhatian pelaku pasar seiring mencuatnya nama konglomerat riksasa nasional, Prajogo Pangestu.
Keterkaitan ini muncul lantaran salah satu perusahaan miliknya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), terdeteksi memiliki saham di induk usaha PRDL, yaitu PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).
Berdasarkan data pemegang saham di atas 1% yang diungkap oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2026, TPIA tercatat mendekap sebanyak 13,89 juta lembar atau setara dengan 1,48% saham PRDA secara langsung.
Selain TPIA, Henan Putihrai Sekuritas—institusi pengelola dana yang kerap dikaitkan dengan aktivitas investasi Prajogo Pangestu—juga menguasai saham PRDA lewat dua instrumen reksadana, masing-masing melalui Reksadana HPAM Ultima Ekuitas sebesar 1,99% dan Reksadana HPAM Smart Beta Ekuitas sebesar 2,62%.
Sementara itu, posisi pemegang saham pengendali utama dari PRDA masih dipegang oleh PT Prodia Utama dengan kepemilikan 57%, dan sisanya sebesar 26% dikuasai oleh masyarakat (publik).
Berita Terkait
-
Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas
-
RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar