Bisnis / Makro
Kamis, 25 Juni 2026 | 14:51 WIB
Wisma Danantara Indonesia. (Dok: Istimewa)
Baca 10 detik
  • DSI dinilai mampu perkuat tata kelola ekspor komoditas strategis.
  • APINDO dukung rekrutmen profesional demi tingkatkan kepercayaan investor.
  • DSI dibentuk cegah under invoicing dan pelarian devisa ekspor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan DSI dibentuk untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor komoditas strategis.

"Tujuannya untuk mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor," kata Airlangga.

Pada tahap awal, DSI akan mengelola tiga komoditas utama yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloys. Ketiga komoditas tersebut memiliki nilai ekspor mencapai US$66,13 miliar pada 2025 atau setara 23,4% dari total ekspor nasional.

Pemerintah menilai pembentukan BUMN ekspor satu pintu ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam mengelola sumber daya alam strategis secara lebih terkoordinasi, transparan, dan akuntabel.

Airlangga memastikan pembentukan DSI tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan yang sedang berjalan. Arus barang tetap dijaga, kontrak yang telah berjalan tetap dihormati, dan kepentingan mitra dagang internasional tetap diperhatikan.

"Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini, langkah implementasi telah disiapkan. Dan diharapkan memastikan bahwa setiap nilai ekspor strategis memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian dan juga diperuntukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia," ujarnya.

Load More