Bisnis / Keuangan
Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, (Suara.com/Alfian Winanto)
Baca 10 detik
  • Nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp17.995 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026 pagi.
  • Pelemahan Rupiah dipicu oleh kenaikan inflasi di Amerika Serikat serta pernyataan hawkish dari pejabat The Fed.
  • Dampak tekanan eksternal tersebut juga menyebabkan penurunan nilai mata uang pada sejumlah negara di kawasan Asia lainnya.

Suara.com - Rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Jumat 26 Juni 2026 dibuka ke level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini melemah tipis 52 poin atau 0,29 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.943 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh kenaikan inflasi di Amerika Serikat.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mecapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023, serta pernyataan hawkish pejabat the Fed pagi ini," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, faktor eksternal ini menekan mata uang Garuda. Diperkirakan pada penutupan akhir pekan membuat rupiah kembali sentuh level Rp18.000

"Pejabat the Fed Goolsbee dan Williiam keduanya mengatakan inflasi AS masih terlalu tinggi, hal ini meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed Range 17900-18050," jelasnya.

Saat ini pelemahan rupiah, juga terjadi pada beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,38 persen disusul baht Thailand yang melemah 0,31 persen.

Ilustrasi Yen. [Pixabay]

Diikuti dolar Singapura melemah 0,05 persen, yuan China melemah 0,02 persen dolar Hong Kong melemah 0,01 persen dan yen Jepang melemah 0,006 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia menguat 0,28 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen dan dolar Taiwan menguat 0,11 persen.

Baca Juga: LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Load More