- Menteri Keuangan Purbaya mempertanyakan kelanjutan proses audit BPKP terhadap sepuluh perusahaan sawit yang diduga memanipulasi ekspor CPO.
- Purbaya menegaskan akan segera melengkapi data tambahan kepada BPKP agar audit atas dugaan manipulasi harga ekspor segera selesai.
- Manipulasi harga ekspor CPO tersebut dilakukan dengan melaporkan nilai barang jauh lebih rendah sehingga negara mengalami kerugian signifikan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan hasil proses audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait 10 perusahaan sawit yang diduga melakukan manipulasi ekspor Crude Palm Oil (CPO).
Hal ini diungkap Menkeu Purbaya saat menghadiri Penandatanganan Komitmen Penyerahan Hibah Tanah seluas 30 hektare oleh PT Lippo Cikarang Tbk kepada Pemerintah di Wisma Danantara, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Diketahui acara itu juga dihadiri Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh.
"Pak Ateh masih bisa kerja Pak? Yang kemarin belum selesai tuh, yang 10 perusahaan itu," sindir Purbaya dalam acara tersebut yang disiarkan virtual, dikutip Selasa (30/6/2026).
Dalam percakapan tersebut, Purbaya baru mengetahui bahwa ada data yang masih kurang. Namun ia siap untuk kembali menyerahkan data tambahan untuk keperluan audit BPKP.
"Data kurang? Oh enggak pernah kasih tau. Oh gitu ya, nanti saya follow up Pak. Nanti saya ke kantor besok deh biar diberesin. Biar kalau ada ini jadi, nanti jangan sampai terbebani sampai enggak bisa selesai yang itu. Aman kan ya?" timpal dia.
Diketahui 10 perusahaan sawit yang diduga manipulasi ekspor CPO ini diungkap Purbaya ketika mendatangi Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, bulan lalu.
Meski mengaku kedatangannya atas undangan makan siang, Purbaya terlihat membawa banyak map. Map-map tersebut berisikan berkas mengenai sejumlah daftar perusahaan minyak sawit mentah (CPO) yang melakukan manipulasi harga ekspor.
Purbaya sengaja membawanya untuk berjaga-jaga semisal Presiden Prabowo Subianto bertanya dan meminta laporan.
"Ini jaga jaga aja kalau biar kalau ditanya bisa jawab. Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya saya akan jawab," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
Bendahara negara ini bahkan berhenti sejenak meladeni pertanyaan awak media terkait kehadirannya di Istana. Ia menunjukkan lembaran berkas di map yang berisi sejumlah grafik.
"Jadi ini ada 10 perusahaan besar, 3 pengapalan, masing masing perusahaan saya random pilih. Mereka kelihatan sekali melakukan manipulasi harga, ekspor ke Amerika misalnya," kata Purbaya sembari melihat berkas yang ia tenteng.
Purbaya menjelaskan gegara kelakuan perusahan memanipulasi harga ekspor, negara mengalami kerugian.
"Jadi harganya di sini berapa itu cuma seperempat atau sepertiga apa yg ada di AS. Jadi income-nya rendah kan di sini jadi saya rugi banyak. Ada contohnya, nggak mau sebut perusahaannya ya saya," kata Purbaya.
Purbaya memberikan contoh bagaimana manipulasi harga tersebut dilakukan oleh sejumlah perusahaan.
"Jadi ada dari Indonesia dikirim harganya US$ 2,6 juta impornya di sana US$ 4,2 juta jadi 57 persen bedanya. Ada yang lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya US$ 1,44 juta di sana US$ 4 jutaan berubah harga 200 persen," kata Purbaya.
"Kita mau detensi kapal per kapal jadi itu yang saya laporin kalau ditanya, kalau nggak ya nggak usah. Ini 10 besar. Ini baru CPO nanti ada batu bara juga," lanjutnya lagi.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan