- Kemenperin melaporkan Indeks Kepercayaan Industri Juni 2026 mencapai level 52,90 yang menunjukkan sektor tersebut masih berada dalam zona ekspansi.
- Capaian IKI melambat dibandingkan bulan Mei 2026 akibat tekanan biaya produksi bahan baku serta penurunan permintaan pasar domestik.
- Sebanyak 22 dari 23 subsektor industri pengolahan tetap ekspansif meskipun pelaku industri mulai merespons kenaikan BI Rate sebesar 5,75 persen.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2026 berada di level 52,90 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, capaian tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya akibat tekanan yang dihadapi industri dari sisi produksi maupun permintaan.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pada Juni ini industri menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan Mei 2026. Selain kenaikan biaya produksi, pelaku industri juga mulai merasakan tekanan dari sisi permintaan.
"Pada bulan Juni 2026 ini, industri menghadapi tantangan lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan bulan Mei 2026. Pada bulan Juni ini, tantangan tidak hanya pada sisi produksi, tapi juga pada sisi permintaan," kata Febri di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, dari sisi produksi industri menghadapi kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah, pemadaman listrik di sejumlah kawasan industri, serta kenaikan harga gas industri, khususnya gas hasil regasifikasi LNG.
Di sisi lain, industri juga mulai melihat adanya tekanan terhadap permintaan domestik.
"Pada bulan Juni ini, kami mencermati bahwa ada kenaikan harga barang-barang yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Namun kenaikan harga barang-barang masih dalam rentang, menurut perkiraan kami, masih dalam rentang kendali inflasi 2,5 plus minus 1. Dan kemudian kami juga mencatat bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi juga ikut menggerus daya beli masyarakat," ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Febri mengatakan sektor manufaktur masih mampu bertahan karena ditopang permintaan domestik yang cukup besar.
"Maka, nilai IKI pada bulan Juni 2026 adalah sebesar 52,90. Masih ekspansi di atas 50, meski melambat 0,66 poin dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sebesar 53,56. Sebaliknya, nilai IKI naik 1,06 poin dibandingkan nilai IKI bulan Juni tahun yang lalu, sebesar 51,84," kata dia.
Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor masih berada pada fase ekspansi dan hanya satu subsektor yang mengalami kontraksi. Subsektor yang tetap ekspansi tersebut memiliki kontribusi sebesar 98,6 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026.
Baca Juga: Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi
Febri menambahkan, optimisme pelaku industri untuk enam bulan ke depan masih mendominasi, meski sedikit melambat. Sebanyak 68,6 persen responden masih optimistis terhadap prospek usahanya, sedangkan tingkat pesimisme naik menjadi 8,4 persen.
Ia menilai kenaikan pesimisme tersebut merupakan respons pelaku industri terhadap kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen.
"Kami menilai bahwa naiknya tingkat pesimisme sebesar 1 persen dari 7,4 persen Mei 2026 sampai Juni 2026 adalah bentuk respons industri terhadap kenaikan BI Rate. Meskipun sampai saat ini kenaikan BI Rate belum dirasakan oleh industri, tapi untuk beberapa bulan ke depan respons industri adalah seperti ini. Dan menurut kami ini adalah sesuatu yang wajar," pungkas Febri.
Tag
Berita Terkait
-
GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?
-
CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini
-
Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO