Bisnis / Makro
Rabu, 01 Juli 2026 | 08:28 WIB
Ilustrasi [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi bangkit pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah mengalami koreksi dalam sebesar 3,05 persen sebelumnya.
  • Sentimen positif dari penguatan bursa Wall Street yang mencetak rekor menjadi pendorong utama potensi kenaikan indeks.
  • BNI Sekuritas merekomendasikan strategi beli spekulatif pada beberapa saham seperti BIPI, VKTR, ESSA, HRTA, PTBA, dan RAJA.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar untuk bangkit (rebound) pada perdagangan Rabu (1/7/2026) hari ini.

Potensi penguatan ini muncul sebagai angin segar bagi pasar modal domestik setelah tertekan cukup dalam pada hari sebelumnya.

Dalam analisis teknikalnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan pergerakan indeks hari ini akan berada pada rentang yang cukup dinamis.

"IHSG berpotensi rebound hari ini, dengan level Support di kisaran 5500–5600 dan posisi Resistance di rentang 5800–5950," jelas Fanny dalam laporan riset harian, pada Rabu (1/7/2026).

Sinyal pembalikan arah ini menjadi momentum penting mengingat pada penutupan perdagangan Selasa (30/6), IHSG terperosok cukup dalam dengan koreksi sebesar 3,05%.

Pelemahan tersebut diperparah oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp 1,21 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang paling banyak dilepas asing berturut-turut adalah BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan AADI.

Wall Street Cetak Rekor, Saham Teknologi AS Menggila

Optimisme pergerakan IHSG hari ini didorong oleh sentimen positif global, di mana bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat signifikan pada perdagangan tadi malam.

Reli masif saham-saham sektor teknologi, khususnya industri semikonduktor, berhasil membawa bursa AS menutup paruh pertama tahun 2026 (1H26) dengan performa impresif.

Baca Juga: Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,26% dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,79%, dan indeks Nasdaq Composite melesat tajam hingga 1,52% sekaligus membukukan kinerja kuartalan terbaiknya sejak tahun 2020.

Lonjakan pasar di AS dipimpin oleh saham produsen cip papan atas, seperti Nvidia yang naik 2,6%, Advanced Micro Devices (AMD) yang melonjak 7,7%, serta Intel yang menguat 6%.

Meredanya kekhawatiran pasar terhadap evaluasi belanja teknologi kecerdasan buatan (AI) serta tanda-tanda meredanya tensi geopolitik global menjadi bahan bakar utama meroketnya bursa AS.

Dari kawasan regional, bursa saham Asia mencatatkan pergerakan yang bervariasi (mixed) pada penutupan kemarin. Indeks Taiex Taiwan memimpin penguatan dengan lonjakan drastis sebesar 2,5%, diikuti Kospi Korea Selatan yang bertambah 0,97%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga naik 0,86% merespons sentimen damai terkait perundingan blokade Selat Hormuz antara AS dan Iran.

Namun, beberapa bursa regional lain terpantau parkir di zona merah, seperti Hang Seng Hong Kong yang turun 0,63%, Straits Times Singapura melemah 0,73%, dan FTSE Malaysia yang terkoreksi tipis 0,11%.

Ide Trading Saham Hari Ini (BNI Sekuritas)

Load More