Bisnis / Keuangan
Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:48 WIB
Danantara Indonesia. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Danantara Indonesia menyelesaikan laporan keuangan seluruh BUMN untuk tahun buku 2025 dengan hasil pertumbuhan positif di banyak perusahaan.
  • Sebelas BUMN mencatatkan peningkatan kinerja paling menonjol selama periode April 2025 hingga April 2026 dalam ekosistem Danantara Indonesia.
  • Danantara merealisasikan investasi proyek strategis, termasuk pengembangan ekosistem Haji dan Umrah serta pengelolaan sampah berbasis energi berkelanjutan.

Suara.com - Danantara Indonesia mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.

Namun, dari ratusan perusahaan yang dikelola, lembaga tersebut hanya mempublikasikan sorotan kinerja 11 BUMN.

Managing Director Stakeholders Management and Communications, Danantara Indonesia, Rohan Hafas menegaskan bahwa daftar tersebut bukan merupakan gambaran keseluruhan kinerja seluruh BUMN, melainkan hanya sebagian perusahaan yang dinilai mencatatkan peningkatan performa paling menonjol sepanjang April 2025 hingga April 2026.

"Adapun highlight berikut merupakan beberapa contoh kinerja BUMN yang menunjukkan pertumbuhan positif pada periode April 2025 hingga April 2026. Pemilihan ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia," kata Rohan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas [Suara.com/Achmad Fauzi].

Danantara juga menegaskan, di luar 11 perusahaan tersebut masih banyak BUMN lain yang turut mencatatkan perkembangan positif.

Adapun 11 BUMN yang menjadi sorotan Danantara meliputi:

  1. Pertamina, dengan laba mencapai Rp24,9 triliun, naik Rp11 triliun atau 80 persen.
  2. Pupuk Indonesia, membukukan laba Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun atau 202 persen.
  3. Pelindo, mencatat laba Rp1,5 triliun, naik Rp900 miliar atau 169 persen.
  4. InJourney, membukukan laba Rp300 miliar, meningkat Rp74 miliar atau 33 persen.
  5. BRI, meraih laba Rp21,2 triliun, naik Rp2,8 triliun atau 15 persen.
  6. Bank Mandiri, mencatat laba Rp21,3 triliun, meningkat Rp2,5 triliun atau 13 persen.
  7. BNI, membukukan laba Rp7,2 triliun, naik Rp381 miliar atau 6 persen.
  8. ADHI Karya, mencetak laba Rp69 miliar, melonjak Rp60 miliar atau 667 persen.
  9. Krakatau Steel, berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar setelah restrukturisasi dan dukungan modal dari Danantara Asset Management (DAM).
  10. Kimia Farma, berbalik dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar berkat restrukturisasi dan dukungan modal DAM.
  11. Semen Indonesia, berbalik dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar melalui transformasi bisnis oleh DAM.

Danantara menjelaskan, pemilihan 11 perusahaan tersebut hanya bertujuan memberikan gambaran mengenai hasil transformasi yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir, bukan sebagai daftar lengkap seluruh BUMN yang mengalami perbaikan kinerja.

Selain memaparkan kinerja perusahaan pelat merah, Danantara juga mengungkap telah mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai dari sebagian dividen BUMN pada 2025.

Beberapa investasi yang telah berjalan di antaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah serta proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

Baca Juga: Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan

Sementara itu, Danantara menyatakan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit dan akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

Load More