- Kementerian ESDM memangkas harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU melalui efisiensi biaya rantai pasok.
- Kebijakan ini memotong pendapatan pemerintah, kontraktor hulu, serta biaya operasional dan logistik di Pertamina maupun PGN.
- Pertamina mendukung kebijakan tersebut dan siap menyalurkan gas murah guna membantu keberlangsungan sektor industri dalam negeri.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) buka suara terkait dengan kebijakan Kementerian ESDM yang memangkas harga LNG industri dari 23 dolar AS per MMBTU menjadi 13 dolar AS per MMBTU.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengklaim perusahaan tetap mendapatkan keuntungan meski terjadi pemotongan harga.
Sebagaimana disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, harga 13 dolar AS dapat disepakati setelah dipangkasnya biaya rantai pasok mulai dari hulu ke hilir.
Adapun Pertamina dalam rantai bisnis gas, memiliki anak perusahaan yang berada di hulu yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di hilir.
"Kemudian dari kami, Pertamina Group, baik dari PGN, baik dari supporting upstream, melaksanakan koordinasi secara intensif dan secara kuat, agar harga tersebut tetap secara Pertamina bisa mendapatkan keekonomian yang baik," kata Baron di Jakarta yang dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Ia pun menyampaikan bahwa Pertamina mendukung kebijakan pemerintah tersebut demi menyelamatkan sektor industri yang terdampak akibat melonjaknya harga gas.
Baron menyebut bahwa Pertamina akan mulai mendistribusikan gas LNG murah tersebut.
"Dan Pertamina Gas Negara siap melaksanakan dan menyalurkan gas kepada industri sehingga mudah-mudahan ini bisa membantu industri tetap bisa berlanjut dengan baik," kata Baron.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penurunan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU dicapai melalui efisiensi menyeluruh.
Baca Juga: Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar
Kebijakan pemangkasan biaya tersebut dibebankan secara merata dari sektor hulu hingga hilir.
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini berdampak pada semua pihak, termasuk pemotongan bagian pendapatan untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) maupun porsi bagian milik pemerintah di sektor hulu.
Begitu juga dengan sektor hilir yang mengelola distribusi dan niaga gas. Pemerintah menginstruksikan Pertamina dan PGN selaku BUMN terkait untuk ikut memangkas biaya operasional serta menurunkan biaya logistik mereka.
"Semuanya kena. Jadi bagian pemerintah, dari hulunya, itu kan bagian pemerintah. Jadi baik dari KKKS-nya, pemerintahnya, (kena pemotongan). Kemudian di hilirnya juga, kita minta mereka untuk turunkan cost. Pertamina juga kita minta turunkan. Jadi maupun dari PGN-nya juga kena pemotongan," beber Bahlil beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Demi Peningkatan Layanan pada Masyarakat, Pertamina Harus Jadi Lokomotif Ketahanan Energi Nasional
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
-
CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952
-
Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram
-
IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an
-
Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?