- Danantara Indonesia menerima pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, pada hari Kamis, 2 Juli kemarin.
- Audit Danantara menemukan indikasi penyimpangan serta rekayasa keuangan yang telah berlangsung lama di dalam tubuh PT Pos Indonesia.
- Pihak perusahaan kini melakukan investigasi mendalam dan menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi serta perbaikan tata kelola.
Suara.com - Danantara Indonesia telah menerima pengunduran diri PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph pada Kamis (2/7) kemarin.
Namun, di balik pengunduran, mundurnya pucuk pimpinan perusahaan pelat merah tersebut, Danantara mengungkap adanya dugaan penyimpangan hingga indikasi rekayasa keuangan yang kini tengah diaudit dan diinvestigasi.
Adapun, Daud Joseph telah bertugas selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Direktur Utama PT Pos Indonesia untuk memimpin proses pembenahan perusahaan melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, hingga organisasi perusahaan.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menilai Pos Indonesia membutuhkan perombakan secara fundamental.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental.
"Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya. Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut," ujar Managing Director Stakeholders Management and Communications, Danantara Indonesia, Rohan Hafas dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pergantian kepemimpinan. Danantara mengaku menemukan berbagai persoalan yang telah lama membebani perusahaan, mulai dari masalah keuangan hingga tata kelola.
Rohan menyebut, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," bebernya.
Baca Juga: Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?
Rohan menegaskan seluruh persoalan yang selama ini membebani Pos Indonesia akan diselesaikan satu per satu melalui proses yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.
"Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
-
CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis