Bisnis / Energi
Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB
PLTU Suralaya Banten. (Suara.com/Yandi Sofyan)
Baca 10 detik
  • PT PLN melakukan modifikasi teknis pada PLTU guna mengatasi menipisnya ketersediaan batu bara berkalori menengah hingga tinggi.
  • PLN berhasil melakukan retrofit pada komponen mesin penggiling batu bara di PLTU Suralaya unit 6 dan 7.
  • Keberhasilan tersebut mendorong PLN untuk mengkaji penerapan teknologi retrofit di seluruh pembangkit listrik milik perusahaan tersebut.

Suara.com - PT PLN (Persero) melakukan modifikasi pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kembali pemadaman.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut langkah itu dilakukan seiring dengan semakin menipisnya jenis batu bara kalori menengah hingga tinggi. 

"Kami mengakui bahwa produksi batu bara yang dengan kalori 4.500 ke atas semakin hari semakin menipis sedangkan produksi batubara dengan kalori rendah semakin hari semakin membesar," ujar Darmawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Jumat (3/7/2026). 

Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan retrofit pada sejumlah pembangkit, seperti PLTU Suralaya unit 6 dan 7. Modifikasi tersebut dilakukan dengan mengubah komponen mill (mesin penggiling batu bara) pada kedua pembangkit tersebut.

"Kami sudah melakukan retrofit yaitu di pembangkit PLTU Suralaya 6 dan 7 yaitu dengan mengubah milnya dan kami berhasil," kata Darmawan. 

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik di Jawa. (Suara.com/Novian)

Melalui modifikasi tersebut, PLTU yang semula mengkonsumsi batu bara berkalori tinggi kini dapat memanfaatkan batu bara berkalori rendah.

"Tadinya menggunakan batubara dengan kalori menengah ke atas bisa menggunakan batubara dengan kalori low-rank coal atau dengan kalori sekitar 4.100 hingga 4.300 kkal/kg.," jelas Darmawan. 

Berkaca dari keberhasilan modifikasi di PLTU Suralaya 6 dan 7, PLN berencana mengaplikasikan teknologi tersebut di pembangkit lainnya.

Darmawan menyatakan bahwa kesuksesan retrofit ini mendorong pihaknya untuk segera melakukan kajian mendalam di seluruh pembangkit milik PT PLN (Persero). 

Baca Juga: Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

"Nah suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian seluruh pembangkit PT. PLN Persero dalam hal ini yaitu PLN Indonesia Power," kata Darmawan. 

Load More