Bisnis / Makro
Senin, 06 Juli 2026 | 17:50 WIB
Kawasan ekonomi khusus. (setkab.go.id)
Baca 10 detik
  • Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus mencapai Rp353,3 triliun hingga triwulan pertama tahun 2026.
  • Capaian investasi tersebut berhasil menyerap sebanyak 266 ribu tenaga kerja di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia.
  • Tingginya minat investor industri manufaktur memicu rencana perluasan kawasan dengan potensi investasi hingga Rp846 triliun ke depan.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan kalau realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembus Rp 353,3 triliun hingga triwulan pertama 2026.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menjelaskan kalau investasi KEK juga berhasil menjaring 266 ribu tenaga kerja.

"Jadi hari ini investasi secara akumulatif itu sudah kira-kira Rp 353,3 triliun, tenaga kerjanya kira-kira 266 ribu," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Susiwijono mengklaim kalau capaian ini membuktikan bahwa indikator ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Namun ia tak menampik adanya masalah kepercayaan investor terhadap investasi di Indonesia.

"Nah kami meyakinkan bahwa di KEK, hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," lanjutnya.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Peningkatan investasi ini juga terbukti dengan banyaknya pengajuan perluasan lahan dan pengembangan kawasan di KEK dengan rata-rata dua kali lipat dari yang sudah ada. Ia mengaku kalau beberapa KEK sudah diisi penuh ole investor.

Walhasil beberapa investor yang mengajukan investasi masih tertahan. Kemenko Perekonomian akan menindaklanjuti permintaan perluasan lahan KEK.

"Sehingga itu membuktikan bahwa untuk investasi yang betul-betul real investasi di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia," imbuhnya.

Bahkan Susiwijono mengklaim kalau perluasan wilayah KEK bisa menimbulkan potensi investasi hingga Rp 846 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: BBCA Diborong, BMRI Dilepas Asing Saat IHSG Ditutup Menguat

"Iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif dan masih sangat menarik bagi investasi secara langsung, foreign direct investment, khususnya di industri manufaktur," jelasnya.

Load More