- Blackout dinilai tak bisa langsung dikaitkan dugaan korupsi batu bara.
- Pengamat desak transparansi penuh pasokan batu bara ke PLN.
- Tata kelola batu bara perlu dibenahi demi ketahanan listrik nasional.
Suara.com - Dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara diminta tidak serta-merta dijadikan penyebab utama terjadinya blackout atau pemadaman listrik. Pengamat energi menilai persoalan pasokan listrik jauh lebih kompleks dan harus dikaji secara menyeluruh, sembari menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, mengatakan publik sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta hukum terungkap melalui penyidikan dan persidangan.
"Ikuti dulu proses hukumnya. Dugaan itu harus dibuktikan," kata Ferdy saat dihubungi, Jumat (10/7).
Menurut Ferdy, blackout tidak bisa langsung dikaitkan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara. Ia menilai terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi keandalan pasokan listrik nasional.
"Kasus blackout itu bukan hanya karena dugaan korupsi. Variabelnya banyak. Masih banyak faktor lain yang perlu diperhatikan," ujarnya.
Ia menilai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tata kelola pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero). Selama ini, mekanisme pemenuhan batu bara domestik dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kecenderungan sebagian produsen mengutamakan ekspor ketika harga batu bara global sedang tinggi.
Kondisi tersebut, menurut Ferdy, berpotensi mengganggu kelancaran pasokan batu bara ke pembangkit listrik apabila pengawasan dan tata kelolanya tidak diperkuat.
Selain itu, Ferdy mendorong adanya transparansi penuh dalam mekanisme penjualan batu bara kepada PLN. Ia menilai data mengenai pemasok, volume pasokan, hingga distribusi batu bara perlu dipublikasikan agar publik dapat mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.
"Semuanya harus dibuka. Harus transparan supaya kita tahu di mana persoalannya," katanya.
Baca Juga: Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
Ia juga meminta PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara memperbaiki sistem tata kelola pasokan batu bara. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.
Di sisi lain, Ferdy mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam penanganan dugaan korupsi. Menurutnya, setiap tuduhan harus melalui proses verifikasi dan pembuktian hukum sebelum dikaitkan dengan penyebab blackout.
"Harus ada proses dan verifikasi. Jangan buru-buru menyimpulkan sebelum seluruh fakta hukumnya terungkap," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya
-
Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas
-
IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?
-
Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya
-
Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum