- PT RMK Energy Tbk resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5 setelah disetujui dalam rapat pemegang saham.
- Aksi korporasi tersebut meningkatkan jumlah saham beredar perseroan secara signifikan dari 4,375 miliar menjadi 21,875 miliar lembar saham.
- Perdagangan saham dengan nilai nominal baru yang lebih terjangkau akan resmi dimulai di bursa efek pada 17 Juli 2026.
Suara.com - PT RMK Energy Tbk. (RMKE), resmi mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini dipastikan akan memecah setiap satu unit saham lama milik investor menjadi lima unit saham baru.
Direktur RMK Energy, Vincent Saputra, mengungkapkan bahwa langkah strategis ini telah mendapatkan lampu hijau dari para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada akhir Juni lalu.
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/7/2026), Vincent menegaskan bahwa seluruh pemegang saham telah memberikan persetujuan penuh terhadap keputusan penyesuaian nominal saham ini.
Selain restu investor, RMKE juga telah mengantongi surat persetujuan dari otoritas bursa per 7 Juli 2026 untuk mencatatkan saham tambahan hasil pemecahan tersebut.
Jumlah Saham Beredar Melonjak Jadi 21,8 Miliar Lembar
Lewat skema rasio 1:5 ini, nilai nominal saham RMKE yang awalnya berada di angka Rp100 per lembar akan disesuaikan menjadi Rp20 per lembar.
Perubahan ini otomatis mendongkrak volume saham beredar perseroan secara signifikan. Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh yang semula sebanyak 4,375 miliar lembar saham akan bertambah menjadi 21,875 billion lembar saham.
Sejalan dengan itu, kapasitas modal dasar perusahaan juga ikut melebar dari 14 miliar saham menjadi 70 miliar lembar saham.
Jadwal Stock Split RMKE
Baca Juga: Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
Bagi para pelaku pasar dan pemegang saham RMKE, berikut rentetan jadwal penting pelaksanaan stock split yang perlu dicermati:
Aktivitas transaksi saham RMKE dengan menggunakan nilai nominal lama di pasar reguler maupun pasar negosiasi akan disudahi pada 16 Juli 2026.
Keesokan harinya, tepat pada 17 Juli 2026, perdagangan dengan nilai nominal baru yang lebih terjangkau akan resmi dimulai pada kedua pasar tersebut.
Sebagai konsekuensi proses transisi, aktivitas perdagangan di pasar tunai akan dibekukan sementara waktu mulai tanggal 17 hingga 20 Juli 2026.
Selanjutnya, otoritas akan menetapkan daftar pemegang saham serta rekening efek yang berhak menerima saham hasil pemecahan (recording date) pada 20 Juli 2026.
Seluruh proses akan rampung pada 21 Juli 2026, yang ditandai dengan distribusi saham bernominal baru sekaligus dibukanya kembali perdagangan saham RMKE di pasar tunai.
Berita Terkait
-
Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun
-
Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini
-
Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
-
Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak
-
Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun
-
Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura
-
Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini
-
BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling
-
Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji