- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,47 poin atau 0,10 persen ke level 5.930 pada Sesi I, Senin, 13 Juli 2026.
- Aktivitas perdagangan mencatat total nilai transaksi sebesar Rp5,99 triliun dengan volume perdagangan mencapai 13,90 miliar lembar saham di pasar modal.
- Sektor IDX Cyclicals mencatat kenaikan tertinggi, sementara nilai tukar rupiah melemah 0,52 persen menjadi Rp18.138 per dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona hijau hingga akhir perdagngan Sesi I, Senin, 13 Juli 2026. IHSG pada sesi I ditutup menguat 6,47 poin atau 0,10 persen ke level 5.930.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG sempat dibuka di level 5.934, bergerak ke level tertinggi 5.974, dan menyentuh level terendah 5.898.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp5,99 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 13,90 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1.766.831 kali.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menjadi salah satu penopang utama nilai transaksi setelah ditutup naik 4,39 persen ke level 238.
Posisi berikutnya ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 3,40 persen ke level 1.675, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di daftar saham dengan nilai transaksi terbesar meski terkoreksi 1,62 persen ke level 6.075.
Dari sisi volume perdagangan, saham RATU kembali memimpin, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB/BNBR sesuai data Phintraco).
Pada indeks LQ45, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi top gainers setelah naik 3,48 persen, diikuti BRPT yang menguat 3,40 persen, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang naik 2,39 persen.
Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin daftar top losers LQ45 setelah turun 2,89 persen, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 1,72 persen dan BBCA yang terkoreksi 1,62 persen.
Pada Jakarta Islamic Index (JII), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi penguatan terbesar dengan kenaikan 5 persen, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 2,97 persen dan PGAS yang menguat 2,39 persen. Sebaliknya, UNVR, ANTM, dan PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi saham dengan pelemahan terbesar di indeks tersebut.
Baca Juga: Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
Secara sektoral, sektor IDX Cyclicals memimpin penguatan dengan kenaikan 1,47 persen, diikuti IDX Basic Materials yang naik 0,56 persen serta IDX Infrastructures yang menguat 0,52 persen.
Di sisi lain, sektor IDX Finance menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,69 persen, disusul IDX Property yang turun 0,35 persen dan IDX Health yang melemah 0,28 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.138 per dolar Amerika Serikat, melemah 93 poin atau 0,52 persen.
Mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,11 persen, Nikkei 225 Jepang terkoreksi 2,22 persen, dan Shanghai Composite Index (SSEC) China melemah 1,54 persen, mengutip riset Phintraco Sekuritas.
Data perdagangan IHSG sesi I:
- IHSG: 5.930 (+6,47 poin atau +0,10 persen)
- Pembukaan: 5.934
- Tertinggi: 5.974
- Terendah: 5.898
- Nilai transaksi: Rp5,99 triliun
- Volume perdagangan: 13,90 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.766.831 kali
Saham Top Value:
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
-
Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun