- PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 dengan kode saham RANS.
- Perseroan menghimpun dana Rp429,25 miliar melalui penawaran 2,525 miliar saham baru dengan harga Rp170 per lembar saham.
- Bisnis utama RANS bergerak di sektor media digital, hiburan, dan gaya hidup yang dikendalikan oleh Raffi Ahmad.
Suara.com - Artis kondang Raffi Ahmad resmi membawa perusahaan hiburannya, PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten berkode saham RANS itu resmi mencatatkan saham perdana pada 10 Juli 2026.
Dalam aksi penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan melepas 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari aksi korporasi tersebut, RANS menghimpun dana segar sekitar Rp429,25 miliar dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Sebagai emiten pendatang baru, saham RANS langsung menjadi perhatian investor. Selain karena bergerak di industri hiburan dan media digital, perusahaan ini juga identik dengan sosok Raffi Ahmad yang dikenal sebagai figur publik sekaligus menjabat sebagai Utusan Presiden.
Lantas, bagaimana prospek saham RANS ke depan?
Struktur Pemegang Saham
Meski Raffi Ahmad masih menjadi pemegang saham pengendali, daftar pemegang saham RANS juga diisi sejumlah nama yang dikenal di dunia bisnis maupun pemerintahan.
Di antaranya terdapat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, pengusaha Sutanto Hartono, hingga putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Selain itu, terdapat pula PT Indonesia Entertainmen Grup dan investor publik yang masuk melalui IPO.
Berikut komposisi kepemilikan saham RANS setelah IPO berdasarkan prospektus:
- Raffi Farid Ahmad: 62,93 persen
- PT Indonesia Entertainmen Grup: 7,23 persen
- Soultan Ariq Rachman: 2,74 persen
- Dony Oskaria: 2,74 persen
- Sutanto Hartono: 1,14 persen
- Nagita Slavina Mariana Tengker: 0,99 persen
- Kaesang Pangarep: 0,91 persen
- Hikmat Janika: 0,68 persen
- PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi: 0,61 persen
- Masyarakat (hasil IPO): 20,02 persen
Prospek Bisnis
Baca Juga: Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong
RANS mengandalkan bisnis utama di sektor media dan hiburan berbasis digital. Perseroan berencana memperkuat pertumbuhan melalui produksi konten digital, pengembangan intellectual property (IP), penyelenggaraan berbagai event, hingga monetisasi ekosistem digital.
Sebelumnya, RANS juga dikenal aktif menggelar berbagai acara berskala nasional, seperti Jajarans Festival di sektor kuliner.
Di luar bisnis media, perseroan mulai memperluas lini usaha ke sektor gaya hidup dan hiburan keluarga. Salah satunya melalui pengembangan taman bermain anak Cipung Land, serta sejumlah proyek berbasis IP yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru.
Dalam prospektusnya, RANS juga menyebutkan akan memperkuat bisnis melalui diversifikasi sumber pendapatan agar tidak hanya bergantung pada bisnis talent maupun produksi konten.
Kondisi Keuangan
Berdasarkan prospektus yang dilampirkan perseroan, sebenarnya kinerja keuangan RANS biasa saja dan tak bagus-bagus amat. Walapun, pada tahun 2025, RANS mencatatakan laba tahun berjalan sebesar Rp56,69 miliar.
Berikut ringkasan kinerja keuangan perseroan:
Pendapatan
- 2025: Rp353,38 miliar
- 2024: Rp410,47 miliar
- Turun 13,91 persen
Laba tahun berjalan
- 2025: Rp56,69 miliar
- 2024: Rp97,07 miliar
- Turun 41,60 persen
Total aset
- 2025: Rp461,03 miliar
- 2024: Rp590,77 miliar
- Turun 21,96 persen
Total liabilitas
- 2025: Rp120,23 miliar
- 2024: Rp156,53 miliar
- Turun 23,19 persen
Total ekuitas
- 2025: Rp340,80 miliar
- 2024: Rp434,24 miliar
- Turun 21,52 persen
Sementara itu, rasio keuangan perseroan masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat, antara lain:
- ROE: 16,63 persen
- ROA: 12,30 persen
- Current Ratio: 2,63 kali
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,35 kali
- Rasio liabilitas terhadap aset: 0,26 kali
- Interest Coverage Ratio (ICR): 19,96 kali
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR): 4,79 kali
Bagaimana Prospek Sahamnya?
Saat debut di BEI, saham RANS langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 34,12 persen ke level Rp228 per saham.
Namun euforia tersebut tidak berlangsung lama. Berbeda dengan sejumlah saham IPO yang mampu mencatatkan ARA beruntun selama beberapa hari, saham RANS terkoreksi 10,53 persen menjadi Rp204 pada 13 Juli 2026. Sehari kemudian, saham ini kembali bangkit dan ditutup menguat 6,86 persen ke level Rp218.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai antusiasme investor terhadap saham RANS saat ini masih didorong oleh kekuatan merek (brand) Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bukan semata-mata karena fundamental perusahaan.
"Dalam jangka menengah hingga panjang, arah saham RANS akan lebih ditentukan oleh kemampuan perseroan mengonversi popularitas merek menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan. Investor akan menunggu realisasi penggunaan dana IPO, ekspansi bisnis, peningkatan monetisasi intellectual property (IP), serta konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan," ujarnya kepada Suara.com.
Menurut Nafan, industri hiburan juga sangat dipengaruhi daya beli masyarakat, belanja iklan, perkembangan platform digital, serta perubahan preferensi konsumen. Karena itu, perlambatan belanja iklan dapat berdampak terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan.
Meski demikian, ia menilai RANS memiliki model bisnis yang cukup terdiversifikasi, mulai dari media digital, event, talent management, lisensi IP, hingga bisnis gaya hidup dan produk konsumen.
"Dengan kata lain, RANS perlu membuktikan bahwa perusahaan mampu bertransformasi dari sekadar brand story menjadi earnings story," katanya.
Sementara itu, Investment Specialist KISI Sekuritas Ahmad Faris Mu'tashim melihat secara teknikal saham RANS masih berada di area pivot Rp264-Rp270.
Ia menyarankan investor mencermati area support di Rp246-Rp250, sedangkan level resistance berada di kisaran Rp278-Rp284.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?
-
Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil
-
Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan
-
Bukan Terapis Keluarga: Ketika Guru Juga Diminta Memperbaiki Luka di Rumah
-
Nasabah Berkesempatan Nikmati Cashback dan Promo Serba 70 melalui QRIS D-Bank PRO
-
Blak-blakan Menkeu Purbaya Akui Utang Negara Bertambah
-
Komjen Rudi Setiawan Resmi Dilantik Jadi Irjen Kemenimipas, Ini Rekam Jejaknya
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi
-
PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota