Bisnis / Energi
Rabu, 15 Juli 2026 | 19:10 WIB
Pengemudi mengisi bahan bakar Biosolar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bay/kye]
Baca 10 detik
  • Pertamina pastikan pasokan BBM di Medan kembali normal usai antrean panjang.
  • Konsumsi BBM naik 5–10%, dipicu aktivitas sekolah dan perkantoran.
  • Distribusi diperkuat 40 mobil tangki, stok BBM kini dinyatakan aman.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU di Kota Medan dan sekitarnya kini telah kembali normal setelah sempat mengalami gangguan pasokan yang memicu antrean panjang kendaraan selama beberapa hari terakhir.

Perseroan mengakui lonjakan permintaan BBM pada awal pekan menjadi penyebab utama menipisnya stok di sejumlah SPBU. Kenaikan konsumsi tersebut terjadi seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkantoran yang mendorong mobilitas masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan kebutuhan BBM di Medan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian. Kondisi tersebut membuat distribusi harus diperkuat agar pasokan kembali stabil.

"Kebutuhan BBM di Medan mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Untuk mengatasi kelangkaan pasokan, Pertamina mengerahkan tambahan 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter. Perusahaan juga menambah 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat serta mendapat dukungan 16 personel dari Bekangdam guna mempercepat distribusi BBM ke SPBU.

Selain memperkuat armada distribusi, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU strategis selama 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengisian kembali stok di SPBU sekaligus mengurai antrean masyarakat.

Hasilnya, pada Selasa (14/7/2026), realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian dengan mengoperasikan sebanyak 149 unit mobil tangki. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa distribusi berhasil dipercepat untuk memenuhi lonjakan permintaan di wilayah Medan.

Pertamina memastikan kondisi stok BBM saat ini berada pada level yang aman dan distribusi ke seluruh SPBU telah kembali berjalan lancar.

"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," kata Kitty.

Baca Juga: Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Sebelumnya, kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar terjadi di sejumlah SPBU Kota Medan sejak Senin (13/7/2026). Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh BBM bersubsidi sehingga harus mengantre panjang, bahkan sebagian beralih menggunakan BBM nonsubsidi demi tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pulihnya distribusi BBM di Medan diharapkan dapat mengembalikan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi di salah satu pusat ekonomi terbesar di Pulau Sumatra.

Load More