- Menteri PU Dody Hanggodo merombak jabatan pegawai guna menindaklanjuti temuan ribuan ASN yang terlibat judi online dan manipulasi absensi.
- Data PPATK menunjukkan 6.000 pegawai terlibat judi online, sementara 4.000 pegawai lainnya terdeteksi melakukan kecurangan pada sistem absensi elektronik.
- Kementerian PU memperketat pengawasan internal sebagai respons atas tindakan indisipliner yang selama ini sulit ditindak akibat faktor pertemanan.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, akhirnya membeberkan alasan mendasar di balik kebijakan perombakan jabatan secara besar-besaran di instansi yang dipimpinnya.
Di samping tujuan penyegaran struktural yang lazim dilakukan, keputusan berani ini diambil setelah ditemukannya ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU yang diduga kuat terlibat dalam pusaran transaksi judi online serta praktik kecurangan absensi elektronik.
Dody memaparkan, berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), diperkirakan ada 6.000 pegawai Kementerian PU yang terdeteksi melakukan aktivitas transaksi judi online.
Di luar persoalan tersebut, penelusuran internal juga mengidentifikasi sekitar 4.000 pegawai yang bermasalah dalam pemanfaatan sistem absensi digital.
Rangkaian temuan mengejutkan inilah yang melandasi langkah Kementerian PU untuk mengencangkan sistem pengawasan internal sekaligus melakukan rotasi jabatan.
Dody mengakui bahwa tindakan indisipliner selama ini terkesan sulit dijerat akibat longgarnya pengawasan serta adanya faktor kedekatan personal yang kental antarsejawat.
"Ini bukan data saya, data PPATK. Judol itu pidana," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Apabila dikomparasikan dengan keseluruhan jumlah ASN di Kementerian PU yang saat ini mencapai kisaran 38.600 pegawai, maka persentase pegawai yang terindikasi tersangkut transaksi judi online berdasarkan data PPATK tersebut menyentuh angka sekitar 15 persen.
Kendati demikian, Dody belum menjabarkan secara terperinci mengenai akumulasi nilai transaksi, rentang waktu pemantauan dari PPATK, maupun status hukum terkini dari pemeriksaan 6.000 pegawai tersebut.
Baca Juga: Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
Mekanisme pemberian sanksi disiplin organisasi atau penyerahan berkas perkara kepada aparat penegak hukum juga belum dirinci lebih lanjut.
Oleh sebab itu, data temuan dari PPATK tersebut secara hukum belum bisa diartikan bahwa semua pegawai yang namanya tercantum telah sah terbukti melakukan tindak pidana.
Catatan transaksi finansial itu masih membutuhkan proses verifikasi dan investigasi lanjutan guna memastikan validitas pemilik rekening, melacak pola transaksi, serta membuktikan keterkaitan langsung dengan aktivitas perjudian digital.
Selain perkara judi online, Dody menyoroti secara tajam tindakan manipulasi absensi digital yang diperkirakan menjerat 4.000 pegawai. Jumlah ini setara dengan hampir sepuluh persen dari total keseluruhan ASN di internal Kementerian PU.
"Bayangkan, 3.000–4.000 orang itu main-main absen. Satu dari sepuluh pegawai saya bohong soal absen," ujarnya.
Menurut penjelasan Dody, praktik kecurangan absen ini baru bisa diendus setelah manajemen melakukan pembenahan pada sistem absensi elektronik serta memperketat sistem pemantauannya. Pada periode sebelumnya, berbagai bentuk pelanggaran aturan kode etik ini sulit ditindak karena adanya benteng soliditas pertemanan maupun klik kelompok tertentu di kalangan pegawai.
Berita Terkait
-
Bawa Kendaraan Pribadi pada Hari Rabu, ASN Jaksel Bakal Kena Teguran Lisan
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya
-
Eksklusif: Mutasi Pejabat di Kementerian PU Dipastikan Bukan Rumor
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
HUT ke-70, Danamon Terus Hadir Menemani Berbagai Fase Kehidupan Nasabah Lintas Generasi
-
Lebih Sehat dan Aman di Perut, Ini 4 Macam Ragi Alami untuk Membuat Roti
-
Dari Iseng Main CDID, Cdidel Kini Bangun Komunitas Lewat Live Streaming TikTok
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan