- Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran APBD guna menjamin pembayaran gaji seluruh pegawai PPPK.
- Kepala daerah diminta meninjau ulang alokasi dana kegiatan tidak mendesak seperti perjalanan dinas demi menghindari pemutusan kontrak pegawai.
- Pemerintah pusat akan memprioritaskan penyaluran Dana Bagi Hasil bagi daerah yang terbukti telah melakukan efisiensi anggaran maksimal.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah (Pemda) yang mengaku kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Tito meminta kepala daerah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran sebelum mengeluhkan kekurangan dana.
Ia menekankan bahwa solusi jangka pendek untuk mengatasi kendala pembayaran gaji PPPK adalah dengan menyisir kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia mengingatkan para kepala daerah agar tidak hanya menerima laporan "asal bapak senang" dari bawahan terkait kondisi keuangan daerah.
"Saya mohon teman-teman kepala daerah betul-betul mengecek anggarannya. Kadang-kadang ada kepala daerah yang tidak tahu secara detail, terutama yang masih baru. Jangan langsung percaya laporan bawahan yang bilang uang tidak cukup. Cek dulu, sudah melakukan efisiensi belum?" ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Mantan Kapolri itu menengarai masih banyak daerah yang menghamburkan anggaran untuk kegiatan yang tidak mendesak. Ia memerintahkan Dirjen Keuangan Daerah (Keuda) turun langsung memverifikasi kondisi di lapangan.
"Ada tidak yang sebenarnya terlalu banyak perjalanan dinas, terlalu banyak rapat, makan minum yang diperbanyak, atau beli barang yang sebenarnya tidak perlu. Kalau belum efisiensi, lakukan itu dulu untuk bayar pegawai," tegasnya.
Tito memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lahat yang dinilai sukses melakukan efisiensi anggaran hingga Rp400 miliar, yang kemudian dialokasikan untuk kepentingan prioritas.
Terkait informasi mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp130 triliun yang belum tersalurkan, Tito menyatakan kesiapannya untuk membantu daerah.
Baca Juga: Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
Namun, bantuan itu hanya akan diberikan kepada daerah yang terbukti telah melakukan efisiensi, tetapi kapasitas fiskalnya tetap tidak mencukupi.
"Kami data dulu. Jika memang sudah efisiensi tapi masih sulit, dan mereka punya DBH yang belum disalurkan, kami akan usulkan kepada Menteri Keuangan agar daerah tersebut diprioritaskan penyalurannya secepatnya guna membayar gaji PPPK," jelasnya.
Tito memberikan peringatan keras bahwa kendala anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk memutus kontrak kerja para pegawai non-ASN tersebut.
"Tapu prinsip dasarnya, tidak boleh ada merumahkan PPPK," katanya.
"Iya supaya nggak menambah angka pengangguran," pungkasnya.
Sebelumnya, massa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menggelar aksi demonstrasi menolak dirumahkan.
Mereka menuntut Pemkot mencari solusi atas nasib mereka. Aksi demonstrasi berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIT. Aksi tersebut diikuti oleh seluruh PPPK, termasuk PPPK paruh waktu.
Berita Terkait
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan
-
Buntut Demo Tidore, DPR Minta Pemerintah Cairkan Rp132 Triliun DBH untuk Gaji PPPK!
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tarik-tarikan HP dengan Tentara di Kejagung, Wartawan Tempo Alami Intimidasi dan Trauma
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua
-
Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan
-
Kejagung Respons Penggeledahan Cafe De'Klan dan Rumah di Sentul, Tunggu Hasil Penyidikan Polri
-
Misteri Brankas Rp476 Miliar di Rumah Sentul City, Benarkah Milik Jampidsus Febrie Adriansyah?
-
Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan
-
Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak