- Haji Isam disebut jadi pengusaha paling dekat dengan Presiden Prabowo.
- Ekspansi Jhonlin meluas ke batu bara, nikel, pangan, hingga kripto.
- Bloomberg menilai muncul pergeseran elite bisnis di era Prabowo.
Suara.com - Nama pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam disebut semakin menonjol dalam lanskap bisnis Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Laporan Bloomberg menggambarkan Haji Isam sebagai sosok yang kerap mondar-mandir dalam berbagai pertemuan penting Presiden Prabowo dengan investor global, meski lebih memilih berada di balik layar.
Dalam sejumlah agenda kenegaraan bersama investor kelas dunia seperti Ray Dalio hingga delegasi bisnis Jepang dan China, Haji Isam disebut menjadi salah satu tokoh yang mendapat akses langsung ke lingkar terdalam Presiden. Kehadirannya dinilai mencerminkan perubahan peta kekuatan elite bisnis nasional.
Laporan itu menulis kedekatan Haji Isam dengan Prabowo mulai terlihat sejak awal pemerintahan. Bahkan sehari setelah dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024, Prabowo terbang ke Batulicin, Kalimantan Selatan, untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada pendiri Jhonlin Group tersebut.
Dalam jamuan makan malam bersama investor Jepang di Istana Negara pada Desember 2024, Prabowo secara khusus memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha terkemuka Indonesia. Momen itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pengusaha asal Kalimantan tersebut kini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah.
Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui hubungan keduanya, Haji Isam menjadi salah satu pendukung finansial terbesar dalam kampanye Pilpres 2024. Nilai dukungan yang diberikan disebut mencapai ratusan juta dolar AS, jauh melampaui permintaan awal tim pemenangan.
Meski dokumen resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengungkap identitas penyumbang dana kampanye karena dilindungi aturan kerahasiaan data pribadi, Bloomberg menyebut besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempererat hubungan keduanya.
Pihak Istana sendiri menegaskan hubungan pemerintah dengan kalangan pengusaha dilakukan dalam rangka memperkuat investasi, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan nasional. Pemerintah juga menyatakan seluruh pelaku usaha diperlakukan sama sepanjang mematuhi hukum yang berlaku.
Di bawah pemerintahan Prabowo, pengaruh bisnis Haji Isam disebut terus meluas. Selain tetap menjadi pemain besar di sektor batu bara melalui Jhonlin Group, ia kini mengelola proyek food estate seluas sekitar satu juta hektare di Papua yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Bloomberg juga menyebut Haji Isam mengajukan kuota produksi batu bara sekitar 60 juta ton pada tahun ini. Jika terealisasi, angka tersebut akan menempatkannya sebagai salah satu dari lima produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia
Tidak hanya batu bara, ekspansi bisnisnya juga menjangkau sektor nikel, biodiesel, kawasan industri, hingga aset kripto. Ia tercatat menjadi pemegang saham strategis PT Abadi Nusantara Hijau Investama yang bekerja sama dengan perusahaan baterai asal China, CNGR Advanced Material.
Selain itu, perusahaan yang terafiliasi dengannya memperoleh izin mengoperasikan bursa kripto kedua di Indonesia.
Simbol Pergeseran Elite Bisnis
Bloomberg menilai kemunculan Haji Isam mencerminkan perubahan konfigurasi elite bisnis Indonesia. Jika sebelumnya kelompok konglomerat lama mendominasi hubungan dengan pemerintah, kini muncul generasi baru pengusaha yang memiliki kedekatan politik dengan pemerintahan Prabowo.
Profesor Ekonomi Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Faris Al-Fadhat, menilai figur seperti Haji Isam lebih banyak memengaruhi arah kebijakan melalui jejaring bisnis dan negara dibanding tampil sebagai politisi.
Sementara McKenzie Fellow University of Melbourne Asia Institute, Trissia Wijaya, menyebut Haji Isam pada era Presiden Joko Widodo bekerja lebih banyak di belakang layar. Namun di era Prabowo, posisinya sebagai salah satu kelompok bisnis paling berpengaruh mulai terlihat secara terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
-
Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian
-
Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana
-
John Herdman Pusing Pilih 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persaingan Makin Ketat