- Bea Cukai Kemenkeu melaporkan fasilitas Kawasan Berikat CPO berhasil mendorong lompatan investasi riil hingga Rp48,80 triliun pada 2023.
- Fasilitas tersebut menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja secara konsisten dan mengucurkan gaji tahunan lebih dari Rp2 triliun.
- Kontribusi penerimaan pajak pusat dari sektor tersebut melonjak signifikan dari Rp7,7 triliun pada 2022 menjadi Rp21,41 triliun pada 2024.
Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memamerkan efek domino Kawasan Berikat untuk industri minyak kelapa sawit (crude palm oil atau CPO) untuk perekonomian nasional.
Berdasarkan analisis dampak ekonomi yang dilakukan Bea Cukai terhadap puluhan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat CPO, skema insentif ini berhasil mendorong lompatan investasi riil di sektor pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya.
Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat DJBC Kemenkeu, Yetty Yulianty membeberkan bahwa penambahan nilai investasi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat sempat mencatatkan angka hingga Rp 48,80 triliun pada tahun 2023.
"Dampak ekonominya sangat terasa. Selain mendorong investasi baru, keberadaan fasilitas ini terbukti mampu menjaga keberlangsungan industri dan lapangan kerja," ujar Yetty dalam media briefing Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Jumat (31/7/2026).
Dari sisi ketenagakerjaan, fasilitas Kawasan Berikat CPO mencatatkan penyerapan tenaga kerja yang stabil di atas 20.000 orang secara konsisten sepanjang periode 2022 hingga 2024.
Yetty mengatakan, keberadaan puluhan ribu pekerja di rantai industri hilir sawit ini turut memutar roda ekonomi daerah melalui pengucuran gaji dan upah yang nilainya melampaui Rp2 triliun setiap tahunnya.
Tak cuma itu, Bea Cukai juga memamerkan kontribusi penerimaan pajak pusat dari perusahaan Kawasan Berikat CPO melesat drastis dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2022, kontribusi pajak pusat dari sektor ini berada di angka Rp7,7 triliun. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp21,41 triliun pada tahun 2024.
Melalui indikator penyerapan tenaga kerja, lonjakan investasi, serta kenaikan setoran pajak tersebut, Yetty menilai pemberian fasilitas Kawasan Berikat untuk pabrik pengolahan CPO tidak sekadar membebaskan pajak di muka, melainkan instrumen investasi yang menghasilkan imbal hasil ekonomi jumbo bagi negara.
Baca Juga: Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
Berita Terkait
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta
-
6 Tips Memilih Warna Lipstik Sesuai Acara agar Penampilan Makin Menawan
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota