- Sepanjang semester pertama 2026, PT KAI mencatat penurunan laba bersih sebesar 74,12 persen akibat beban mega-proyek Whoosh.
- PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia mengalami kerugian bersih Rp5,13 triliun dengan kondisi ekuitas negatif per Juni 2026.
- Total eksposur risiko keuangan PT KAI pada ekosistem Whoosh dan PSBI mencapai angka Rp11,7 triliun.
Di balik defisit operasional Whoosh yang terus membesar, laporan keuangan juga menyingkap rumitnya skema pendanaan proyek kereta cepat yang berlapis dan sangat membebani likuiditas induk usaha.
Untuk menutup kelebihan biaya proyek (cost overrun) serta kekurangan dana operasional KCIC, KAI harus menarik pinjaman berjangka dalam mata uang asing dari pihak luar.
Fasilitas pinjaman tersebut terbagi atas komitmen dolar AS senilai 325,62 juta dolar AS (Facility A) dan pinjaman dalam mata uang Yuan China setara 217,08 juta dolar AS (Facility B), dengan bunga berkisar 3,2 hingga 3,3 persen per tahun.
Utang valas ini mendapat penjaminan dari pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 239/KM.8/2023.
Dana pinjaman tersebut kemudian diteruskan oleh KAI kepada PSBI dalam bentuk pinjaman pemegang saham, yang selanjutnya disalurkan lagi ke KCIC. Hingga akhir Juni 2026, total dana pinjaman yang telah dikucurkan KAI kepada PSBI khusus untuk menambal kekurangan dana operasional Whoosh saja sudah mencapai Rp1,72 triliun.
Akibatnya, total eksposur piutang tidak lancar KAI kepada entitas berelasi—yang didominasi oleh piutang ke PSBI dalam denominasi dolar AS dan Yuan—kini membengkak menjadi Rp9,87 triliun dari posisi Rp9,17 triliun di akhir tahun sebelumnya.
Jika digabungkan secara keseluruhan, mulai dari investasi ekuitas, pinjaman pemegang saham, hingga piutang berelasi, total eksposur risiko KAI terhadap ekosistem Whoosh dan PSBI diperkirakan menembus angka Rp11,7 triliun. Porsi ini setara dengan sekitar 11 persen dari total aset perseroan yang mencapai Rp104,79 triliun per paruh pertama 2026.
Berita Terkait
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
-
Nikmati Diskon 50% dari BRI Kartu Kredit untuk Promo Tiket Kereta Api dan Whoosh di Traveloka
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri
-
Tekiro Cetak Sejarah Dunia Lewat Kompetisi Mekanik Terbesar di GIIAS 2026