- Bank Indonesia melaporkan nilai tukar rupiah menguat mencapai level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.
- Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pemulihan tersebut hasil penerapan bauran kebijakan moneter yang visioner.
- Bank sentral menaikkan suku bunga acuan bertahap dan melakukan intervensi terukur di pasar valuta asing.
"Keputusan BI-Rate dan berbagai kebijakan lainnya merupakan bagian yang terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global, sekaligus mempertahankan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran dua koma lima plus minus satu persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Destry.
Lebih jauh lagi, Bank Indonesia menyadari bahwa instrumen suku bunga acuan membutuhkan pendampingan kebijakan lain untuk meredam keliaran sentimen eksternal.
Sehingga, bank sentral terus mempertajam efektivitas implementasi kebijakan moneternya lewat intervensi langsung yang terukur di pasar valuta asing. Manuver strategis ini direalisasikan melalui optimalisasi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) yang difokuskan pada pasar luar negeri.
Selain bermanuver di arena global, BI turut memperkuat benteng pertahanan di pasar domestik melalui eksekusi transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Integrasi intervensi di dua lini ini dinilai menjadi tameng krusial dalam menepis tekanan spekulatif terhadap nilai tukar rupiah.
Di sektor operasi moneter, strategi penguatan juga menyentuh aspek pengelolaan struktur suku bunga di instrumen pasar uang. Hal ini dilakukan demi memastikan pergerakan bunga pasar tetap solid dan selaras dengan pedoman BI-Rate, serta beroperasi berdasarkan mekanisme pasar yang sehat.
Manuver tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik sekaligus mendongkrak daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor asing.
Berita Terkait
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026
-
Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya
-
Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:
-
Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar