Bisnis / Keuangan
Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB
ILUSTRASI-Nilai tukar rupiah konsisten melemah pada Senin (25/5/2026) ketika mata uang lain menguat akibat turunnya harga minyak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan nilai tukar rupiah menguat mencapai level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.
  • Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pemulihan tersebut hasil penerapan bauran kebijakan moneter yang visioner.
  • Bank sentral menaikkan suku bunga acuan bertahap dan melakukan intervensi terukur di pasar valuta asing.

"Keputusan BI-Rate dan berbagai kebijakan lainnya merupakan bagian yang terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global, sekaligus mempertahankan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran dua koma lima plus minus satu persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Destry.

Lebih jauh lagi, Bank Indonesia menyadari bahwa instrumen suku bunga acuan membutuhkan pendampingan kebijakan lain untuk meredam keliaran sentimen eksternal.

Sehingga, bank sentral terus mempertajam efektivitas implementasi kebijakan moneternya lewat intervensi langsung yang terukur di pasar valuta asing. Manuver strategis ini direalisasikan melalui optimalisasi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) yang difokuskan pada pasar luar negeri.

Selain bermanuver di arena global, BI turut memperkuat benteng pertahanan di pasar domestik melalui eksekusi transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Integrasi intervensi di dua lini ini dinilai menjadi tameng krusial dalam menepis tekanan spekulatif terhadap nilai tukar rupiah.

Di sektor operasi moneter, strategi penguatan juga menyentuh aspek pengelolaan struktur suku bunga di instrumen pasar uang. Hal ini dilakukan demi memastikan pergerakan bunga pasar tetap solid dan selaras dengan pedoman BI-Rate, serta beroperasi berdasarkan mekanisme pasar yang sehat.

Manuver tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik sekaligus mendongkrak daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor asing.

Load More