Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!

Selasa, 22 September 2026 | 17:51 WIB
Pelaku kekerasan seksual di Bekasi mengenakan jaket ojol. [tangkapan layar]
BACA 10 DETIK
  • Komunitas ojol Bekasi mendatangi Polres Metro Bekasi.
  • Mereka meminta polisi mengusut dugaan pelecehan seksual oleh pelaku yang memakai atribut ojol.
  • Polisi menyambut baik audiensi tersebut dan berjanji memproses kasus hukum secara transparan.

Suara.com - Komunitas ojek online (ojol) wilayah Bekasi meminta polisi mengusut dugaan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga melibatkan seseorang dengan menggunakan atribut resmi Grab.

Mereka juga meminta atribut pengemudi ojol tidak disalahgunakan untuk melakukan tindak pidana.

Permintaan tersebut disampaikan perwakilan komunitas ojol Bekasi saat mendatangi Polres Metro Bekasi. Mereka diterima langsung oleh Kasat PPA Polres Metro Bekasi AKP Malindra Praditya Gunawan.

Dalam audiensi tersebut, komunitas ojol tersebut menegaskan jaket dan helm pengemudi merupakan bagian dari identitas profesi yang digunakan untuk bekerja dan mencari nafkah.

“Kami menolak segala bentuk penyalahgunaan atribut mitra pengemudi untuk kepentingan yang melanggar hukum,” ujar perwakilan komunitas ojol dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Mereka juga meminta proses hukum terhadap perkara tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses yang transparan dinilai penting untuk memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga nama baik pengemudi ojol.

Komunitas juga mengingatkan agar kasus tersebut tidak memicu sanksi sosial maupun tindakan main hakim sendiri terhadap pengemudi ojol lainnya.

Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Komunitas juga menegaskan komitmennya mematuhi hukum dan menjaga integritas profesi pengemudi ojol.

Polisi menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan akan memproses perkara kasus kekerasan seksual secara transparan dan akuntabel.

Komunitas berharap kerja sama dengan kepolisian dapat memastikan atribut dan identitas profesi ojol tidak disalahgunakan oleh pihak yang melakukan tindak pidana.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com