ETF Emas Resmi Diluncurkan, Airlangga Pede Bisa Saingi Singapura hingga India

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini Indonesia bakal mampu menyaingi Singapura hingga India melalui pengembangan Exchange Traded Fund (ETF) emas. [Suara.com/Fakhri]
  • Menteri Airlangga Hartarto meluncurkan ETF emas di Gedung BEI pada Senin, 10 Agustus 2026.
  • Indonesia memanfaatkan kepemilikan emas Pegadaian sebesar 153 ton untuk menyaingi pasar ETF negara lain.
  • Instrumen ETF emas berdampak pada perluasan pilihan investasi asuransi serta peningkatan likuiditas pasar keuangan.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meyakini Indonesia bakal mampu menyaingi Singapura hingga India melalui pengembangan Exchange Traded Fund (ETF) emas.

Airlangga melihat potensi besar Indonesia untuk mengembangkan ETF emas. Dia membandingkan nilai ETF di sejumlah negara dengan kepemilikan emas di Pegadaian yang mencapai 153 ton atau setara sekitar 20 miliar dolar AS.

"Jadi India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat nih. Jadi kita akan dalam waktu cepat bisa melampaui Singapura, dan dengan demikian tentu kita lebih dalam lagi," ujar Airlangga dalam acara peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia sekaligus peluncuran ETF emas di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).

Airlangga menyebut, nilai ETF global mencapai sekitar US$4.047 miliar. Dia juga menyebut, nilai ETF Amerika Serikat mencapai sekitar 200 miliar dolar AS, China 45 miliar dolar AS, dan India 17,5 miliar dolar AS.

Ia mencontohkan emas di Pegadaian yang mencapai 153 ton. Dia menyebut nilai emas tersebut sekitar 20 miliar dolar AS.

Airlangga menilai, kepemilikan emas tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan ETF emas di Indonesia. Menurut dia, instrumen tersebut dapat memperdalam sektor keuangan sekaligus meningkatkan likuiditas pasar.

Exchange Traded Fund (ETF) emas diluncurkan  di Bursa Efek Indonesia. [Antara]

"Nah, kemudian saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, bank bullion, dealer, dan bursa efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas," tutur Airlangga.

Airlangga juga melihat ETF emas dapat memperluas pilihan investasi bagi perusahaan asuransi. Dia mengatakan, perusahaan asuransi sebelumnya tidak dapat berinvestasi pada bullion.

"Dan saya senang karena dengan ETF, maka asuransi bisa invest emas. Sebelumnya kan asuransi tidak bisa invest di bullion. Jadi ini yang salah satu yang kita akan terus dorong," ucapnya.

Airlangga juga menyoroti langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

"Saya mengapresiasi langkah OJK bahwa Electronic Gold Receipt atau EGR merupakan efek yang dapat dicatat sebagai efek dalam portofolio ETF emas," kata Airlangga.

Airlangga berharap pengembangan ETF emas dapat memperkuat sektor keuangan Indonesia. Dia ingin sektor keuangan nasional semakin dalam, inovatif, kredibel, dan berdaya saing.

"Dan saya apresiasi juga reform yang berharap bahwa sektor keuangan makin kredibel, dalam, inovatif, dan berdaya saing," pungkas Airlangga.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com