Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:16 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (berbaju coklat) mengatakan Presiden Prabowo Subianto bakal menggenjot program perbaikan rumah tidak layak huni di Jakarta. Foto Fakhri-Suara.com
  • Pemerintah Prabowo target bedah 10.300 rumah di Jakarta tahun ini.
  • Jumlah rumah direnovasi melonjak 50 kali lipat dari tahun lalu.
  • Cakung dan Tambora jadi prioritas penanganan kawasan kumuh.

Suara.com - Pemerintah Presiden Prabowo Subianto bakal menggenjot program perbaikan rumah tidak layak huni di Jakarta. Tahun ini, sekitar 10.300 rumah warga ditargetkan direnovasi agar menjadi hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengurangi kawasan kumuh di Ibu Kota.

Hal itu disampaikan Maruarar saat menghadiri groundbreaking hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Maruarar bahkan menegaskan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintahan Prabowo terhadap kondisi hunian warga Jakarta.

"Banti dari sini 5 menit, kita mulai di Jakarta 10.300 rumah yang dibedah, rumah rakyat Jakarta yang diperbaiki oleh pemerintahan Presiden Prabowo," kata Maruarar.

Menurut dia, rumah yang menjadi sasaran merupakan hunian warga yang kondisinya sudah tidak memenuhi standar kelayakan. Rumah tersebut akan direnovasi sehingga masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan manusiawi.

"Yang tidak layak huni jadi layak huni. Jadi tidak jauh dari sini, singgah supaya lingkungannya tidak kumuh," ujarnya.

Program bedah rumah di Jakarta pada 2026 mengalami peningkatan sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Maruarar menyebut pemerintah sebelumnya hanya memperbaiki sekitar 200 rumah di Jakarta.

Kini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 10.300 unit rumah. Artinya, terdapat peningkatan sekitar 50 kali lipat dalam satu tahun.

"Jadi ada 10.300 yang diperbaiki dan direnovasi rumahnya. Dari tidak layak huni menjadi layak huni. Tahun lalu ada 200, tahun ini naik kira-kira 50 kali lipat menjadi 10.300," kata Maruarar.

Besarnya peningkatan tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan hunian baru, tetapi juga mulai memberikan perhatian besar terhadap rumah-rumah yang telah ditempati masyarakat namun kondisinya belum layak.

Langkah tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh di Jakarta.

Selain memperbaiki rumah warga, pemerintah juga melakukan pemetaan terhadap kawasan yang membutuhkan penataan karena memiliki tingkat kepadatan dan kekumuhan yang tinggi.

Maruarar mengatakan dirinya telah meminta masukan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai lokasi yang dinilai paling membutuhkan intervensi pemerintah.

"Saya tanya di mana yang paling perlu dibantu kumuhnya, yang pertama di Cakung sudah minggu lalu, kemudian satu lagi di Jakarta Barat, di Tambora," ungkapnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com