- Gempa bermagnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 merusak ratusan sekolah dan rumah ibadah.
- Bantuan mulai disalurkan berupa renovasi kelas serta musala di Nagekeo.
- Bantuan kemanusiaan tersebut bertujuan memulihkan akses pendidikan bagi lebih dari 200 siswa terdampak gempa.
Suara.com - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu masih berdampak langsung pada layanan dasar masyarakat sekitar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo NTT, ada 328 sekolah mengalami kerusakan sehingga sebagian besar siswa masih harus belajar di pos pengungsian maupun rumah warga yang tidak terdampak.
Kondisi serupa juga dialami ruang ibadah masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat 300 unit rumah ibadah rusak di wilayah terdampak gempa Flores, termasuk di Kabupaten Nagekeo. Sehingga kegiatan ibadah dan pertemuan warga terpaksa dilakukan di ruang terbuka maupun tenda darurat.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang apabila tidak segera dipulihkan. Riset menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur pendidikan yang berkepanjangan meningkatkan risiko anak putus sekolah dan masuk ke dunia kerja pada usia dini.
Semakin lama masa jeda belajar berlangsung, semakin kecil kemungkinan anak kembali bersekolah. Lebih lagi sekitar 30 persen korban bencana alam di Indonesia adalah anak-anak.
Untuk pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat Al Azhar (LAZ Al Azhar) berkolaborasi menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa renovasi 11 ruang kelas sekolah dan pembangunan musala di Kabupaten Nagekeo.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menyatakan, nantuan ini diharapkan dapat memulihkan akses pendidikan bagi lebih dari 200 siswa serta menghadirkan kembali musala bagi masyarakat setempat.
“Prudential Syariah turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudari kami di Nusa Tenggara Timur. Langkah yang kami lakukan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari," katanya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, sekolah dan musala adalah dua ruang yang menjadi denyut kehidupan sebuah masyarakat, tempat anak-anak kembali belajar dan tempat masyarakat kembali berkumpul.
"Inilah wujud nyata dari nilai ta’awun, yaitu saling tolong menolong, yang menjadi landasan kami dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," lanjut dia.
Direktur Utama Lembaga Amil Zakat & Wakaf Al Azhar, Ali Subkhan menambahkan bahwa komitmen mereka sejalan dengan Prudential Syariah dalam memberikan dukungan terbaik untuk masyarakat Indonesia.
"Dukungan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan selama proses pemulihan pasca bencana. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban yang diterima masyarakat akibat terdampak bencana," jelasnya.