IHSG Dibayangi Koreksi, Analis Bocorkan Saham 'Buy on Weakness' Hari Ini

Senin, 21 September 2026 | 07:13 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
BACA 10 DETIK
  • IHSG melemah 1,53% ke level 6.441,15 pada pekan lalu akibat aksi jual bersih investor asing senilai Rp1,79 triliun.
  • BEI membuka suspensi saham GRPH dan LIFE mulai Senin (21/9/2026) setelah mengalami lonjakan harga ekstrem lebih dari 120%.
  • Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur pada 22-23 September 2026 dengan perkiraan menahan suku bunga di 5,75%.

Secara sektoral di bursa AS, pergerakan emiten diwarnai oleh anjloknya saham Xenon Pharmaceuticals sebesar 30,7%. Penurunan tajam ini dipicu oleh keputusan perusahaan untuk menghentikan uji klinis obat eksperimental depresi dan bipolar mereka karena temuan efek samping.

Sebaliknya, lonjakan harga Bitcoin sebesar 5,9% membawa berkah bagi emiten yang terafiliasi dengan aset kripto. Saham-saham seperti Coinbase, MicroStrategy, dan Robinhood mencatatkan reli penguatan yang signifikan di kisaran 9,1% hingga 16,4%.

Bursa Asia Mayoritas Menghijau di Tengah Pengetatan BOJ

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat (18/9). Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan melesat 2,7%, disusul Taiex Taiwan yang naik 1,9%, Nikkei 225 Jepang melompat 1,4%, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,6%. Di sisi lain, beberapa indeks seperti Topix, ASX 200 Australia, Straits Times Singapura, dan FTSE Malaysia ditutup di zona merah dengan koreksi yang relatif tipis.

Sorotan utama di Asia tertuju pada langkah Bank of Japan (BOJ) yang akhirnya mengambil keputusan hawkish dengan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. 

Disclaimer: Artikel berita ini disajikan murni untuk tujuan penyampaian informasi publik terkait kondisi pasar modal, pergerakan indeks, dan analisis ekonomi. Seluruh isi tulisan bersifat informatif dan objektif. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Pembaca diimbau untuk selalu melakukan riset mandiri serta mempertimbangkan profil risiko pribadi sebelum mengambil keputusan finansial.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com