Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

Rabu, 23 September 2026 | 11:31 WIB
Dolar AS [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Rupiah menguat ke level Rp17.844 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 23 September 2026.
  • Penguatan rupiah terjadi saat dolar AS tetap kokoh di pasar global di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Pergerakan pasar global turut dipengaruhi oleh sentimen kenaikan suku bunga bank sentral dan konflik yang mendongkrak harga minyak.

Adanya dua suara penolakan (dissenting votes) dari dewan internal BOJ, ditambah ketiadaan panduan arah kebijakan yang jelas ke depannya, sudah cukup untuk memicu keraguan pasar mengenai seberapa cepat bank sentral Jepang tersebut akan mengetatkan kebijakan moneternya. Keraguan ini semakin menguat mengingat The Fed juga baru saja menaikkan suku bunganya dan membuka peluang untuk pengetatan lanjutan.

Ancaman volatilitas semakin tinggi lantaran pasar keuangan Jepang saat ini tengah ditutup karena hari libur nasional. Periode dengan tingkat likuiditas yang rendah seperti ini kerap dipandang oleh para analis sebagai waktu yang paling ideal bagi otoritas terkait untuk melakukan intervensi mendadak di pasar valuta asing guna menopang mata uangnya jika dirasa perlu.

"The BOJ hike didn't narrow the (yield) gap because the Fed hiked by the same amount two days earlier, so the lean is still higher," jelas Kieran Williams.

"160 (per US dollar) remains the risk, but officials have reportedly moved away from telegraphing intervention and from any fixed level, so the cap could come earlier and in other forms," tambah Williams.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com