Menggali Mahitala: Merawat Kehidupan, Membangun Kemandirian di Bumi Kawasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Dalfa Jouronga, pemasok kebutuhan bahan pangan industri nikel di Pulau Obi, sedang menyortir bahan pangan di Kawasi pada 1 Juli 2026. (Dok/Foto: Hadi Ahdiana)

Dalfa adalah salah satu supplier atau pemasok bahan pangan lokal yang kini menyuplai kebutuhan katering bagi ribuan karyawan di kawasan industri pertambangan di Kawasi.

Perjalanannya menjadi seorang wirausahawan tidak semudah membalik tangan.

"Tawaran pertama datang ke Bapak," ujarnya pelan. "Tapi mengurus administrasi dan pasokan bukan hal mudah untuk Bapak. Saya lalu meminta izin, 'Biar Dalfa yang pegang, Pak. Bapak bantu modalnya saja'."

Dalfa  memulai usahanya sejak 2023 dengan memanfaatkan izin Usaha Dagang milik kerabatnya. Kini usahanya berkembang pesat di bawah bendera UD Anang.

Dalfa menghidupkan ekonomi lokal lewat rantai pasok katering. Hasil tani Desa Soligi, bahkan kiriman dari Manado dan Ternate ia tampung. Per kirim, UD Anang mampu menyerap 100 kg sawi hijau dari petani.

Dalfa dan para petani di desa lingkar tambang telah menggerakkan ekonomi lokal. Saat ini, lebih dari 70 supplier lokal aktif tercatat memasok berbagai komoditas harian untuk kawasan industri di Pulau Obi.

Dampak ekonominya nyata dan besar. Pada 2024 saja, supplier lokal di Pulau Obi mencatat perputaran transaksi Rp150 miliar dalam setahun, kata Dalfa.

Setiap hari truk-truk pangan keluar dari gudang warga menuju katering, kantin, dan foodcourt perusahaan. Di sana ribuan karyawan menikmati makanan bergizi. Semua bahannya ditanam, dipanen, hingga disalurkan langsung oleh tangan-tangan warga lokal.

Melalui pendampingan intensif, para pelaku usaha lokal tidak hanya belajar berbisnis, tetapi juga meningkatkan standar agar lolos kualifikasi mutu industri modern.

Pengembangan di Kawasi membuktikan industri bisa tumbuh bersama masyarakat lokal. Integrasi antara layanan kesehatan, pendampingan gizi, dan penguatan rantai pasok berbasis warga menjadi kunci membangun peradaban baru.

Di tanah Pulau Obi, menggali mahitala kini bukan hanya soal hasil tambang, melainkan juga tentang memastikan kehidupan warga di atasnya semakin kuat, mandiri, dan sejahtera. ***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com