- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas Antam berpotensi mengalami koreksi turun pada pekan depan.
- Harga penutupan emas Antam tercatat sebesar Rp2.525.000 per gram pada perdagangan hari Sabtu.
- Harga emas dunia diprediksi bergerak fluktuatif antara level dukungan dan resistensi selama sepekan ke depan.
Suara.com - Harga emas Antam diproyeksi akan alami koreksi selama sepekan ke depan. Dalam pekan ini, logam mulia berwarna emas ini memang dalam tren penurunan.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pada perdagangan terakhir Sabtu, emas antam ditutup seharga Rp2.525.000 per gram.
Ia memproyeksikan, harga emas bisa terdorong turun ke level Rp2.505.000 pada pekan depan.
"Jadi ada penurunan itu Rp20.000. Dalam satu minggu penurunannya kemungkinan di Rp2.390.000, itu apabila turun," ujar Ibrahim dalam risetnya, Minggu (25/10/2026).
Meski dalam tren penurunan, Ibrahim menilai, harga emas masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Ibrahim memperkirakan harga emas antam bisa melonjak ke level resitance Rp2.545.000 per gram.
Sedangkan, selama pekan ini harga emas Antam berpotensi bergerak dalam rentang Rp2.390.000 hingga Rp2.690.000 per gram, bergantung pada arah pergerakan harga emas dunia.
"Apabila mengalami penguatan, ya resisten pertama itu di Rp2.545.000, ada kenaikan Rp20.000, kemudian dalam satu minggu itu di Rp2.690.000 per gram," katanta.
Selain itu, Ibrahim juga memaparkan proyeksi pergerakan harga emas dunia. Menurutnya, harga emas dunia ditutup pada Sabtu pagi di level 3.997 dolar AS per ons troi.Jika mengalami koreksi, level dukungan pertama atau support harga emas dunia diperkirakan berada di 3.951 dolar AS per ons troi.
Apabila tekanan berlanjut selama sepekan, harga emas dunia berpotensi turun hingga 3.884 dolar AS per ons troi.
"Ini kemungkinan kalau kena, ini adalah terendah di tahun 2025-2026," ucap Ibrahim.
Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami penguatan, level resistensi pertama diperkirakan berada di 4.053 dolar AS per ons troi.
"Apabila mengalami penguatan, resisten pertama di Rp4.053 per try-on, kemudian dalam sepekan apabila menguat kembali ke Rp4.138 per try-on," pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.