Harga Cabai Merah Keriting Turun Jadi Rp67.492 per Kilogram, Daging Sapi Naik

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:49 WIB
Pedagang menata cabai merah dagangannya di pasar Cibubur, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Perdagangan mencatat perubahan harga bahan pangan di pasar tradisional seluruh Indonesia pada 23 Oktober 2026.
  • Harga cabai merah keriting mengalami penurunan paling besar, sementara harga daging sapi paha belakang justru mengalami kenaikan.
  • SP2KP Kemendag menyajikan data harga nasional tersebut menggunakan Indikator Harga Nasional Tertimbang dari 514 kabupaten/kota.

Suara.com - Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar tradisional secara nasional mengalami perubahan pada Jumat (23/10/2026). Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan harga cabai merah keriting mengalami penurunan paling besar di antara sejumlah komoditas yang tercantum dalam data.

Harga cabai merah keriting turun dari Rp67.859 per kilogram pada 22 Oktober 2026 menjadi Rp67.492 per kilogram pada 23 Oktober 2026. Penurunan tersebut mencapai Rp367 per kilogram atau sekitar 0,54 persen.

Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang harganya berkurang dari Rp60.541 menjadi Rp59.940 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah turun tipis dari Rp78.043 menjadi Rp78.023 per kilogram.

Harga bawang merah turut mengalami penurunan dari Rp32.883 menjadi Rp32.854 per kilogram. Perubahan harga tersebut menunjukkan pergerakan berbeda pada sejumlah komoditas pangan yang dipantau pemerintah.

Di luar kelompok cabai dan bawang, harga daging ayam ras juga turun dari Rp39.237 menjadi Rp39.180 per kilogram. Harga telur ayam ras berkurang dari Rp26.652 menjadi Rp26.622 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi paha belakang justru mengalami kenaikan. Komoditas tersebut naik dari Rp144.292 menjadi Rp144.332 per kilogram, atau bertambah Rp40 per kilogram.

Warga membeli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Harga beras relatif stabil. Beras medium turun dari Rp14.003 menjadi Rp13.999 per kilogram, sedangkan beras premium berkurang dari Rp15.682 menjadi Rp15.680 per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng sawit kemasan premium naik dari Rp22.592 menjadi Rp22.597 per liter. Sebaliknya, minyak goreng sawit curah turun dari Rp19.499 menjadi Rp19.492 per liter.

Harga Minyakita tercatat naik tipis dari Rp15.842 menjadi Rp15.843 per liter. Adapun harga gula pasir curah meningkat dari Rp18.492 menjadi Rp18.497 per kilogram.

Harga tepung terigu juga naik dari Rp12.554 menjadi Rp12.560 per kilogram. Sebaliknya, harga kedelai impor turun dari Rp13.780 menjadi Rp13.773 per kilogram.

SP2KP Kemendag menyajikan data harga pangan nasional menggunakan Indikator Harga Nasional Tertimbang (HNT) sejak Februari 2026. Indikator tersebut bersumber dari 514 kabupaten/kota dengan menggunakan bobot konsumsi Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Data tersebut menggambarkan rata-rata harga nasional, sehingga harga yang ditemukan konsumen di setiap daerah dapat berbeda sesuai kondisi pasar setempat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com