Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp18.133 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Analis Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi melemah akibat sentimen global konflik Timur Tengah dan keluarnya modal asing.
  • Perekonomian domestik tertekan oleh arus keluar dana dari pasar saham dengan proyeksi pergerakan rupiah pada kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berpotensi melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), meski dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Tekanan sentimen global dan derasnya arus keluar modal asing dari pasar saham domestik masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.133 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih bergerak fluktuatif karena dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik.

"Rupiah diperkirakan fluktuatif di tengah beragam laporan dari Timur Tengah, mulai dari potensi serangan AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Selain perkembangan geopolitik di Timur Tengah, tekanan terhadap rupiah juga datang dari pasar keuangan domestik. 

Ilustrasi dana asing. (Elements Envato)

Arus keluar modal asing di pasar saham masih menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan mata uang Garuda.

Kondisi tersebut membuat rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga penutupan perdagangan. Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

"Arus keluar dana asing di pasar saham domestik juga masih menjadi faktor yang membebani rupiah. Range rupiah Rp18.100-Rp18.200," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah terkoreksi 0,1 persen terhadap dolar AS. Pelemahan juga dialami peso Filipina sebesar 0,09 persen dan yuan China sebesar 0,03 persen.

Selanjutnya, dolar Singapura melemah tipis 0,008 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia berhasil mencatatkan penguatan. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah naik 0,17 persen.

Won Korea Selatan turut menguat 0,11 persen, diikuti baht Thailand yang naik 0,08 persen dan ringgit Malaysia yang menguat 0,04 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong terlihat melemah tipis 0,004 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com