- PT Tripar Multivision Plus Tbk mencatatkan pendapatan Rp191,49 miliar dan EBITDA positif Rp24,54 miliar hingga September 2026.
- Perusahaan masih membukukan rugi bersih Rp67,25 miliar akibat pelepasan saham anak usaha dan penghapusan restitusi pajak.
- Manajemen berencana terus menumbuhkan bisnis film serta memperluas jaringan bioskop Platinum Cineplex pada periode mendatang.
Suara.com - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan hingga periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026.
Emiten yang bergerak di industri hiburan dan produksi film ini membukukan pendapatan sebesar Rp191,49 miliar, naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp145,42 miliar.
Dalam hal ini, CFO RAAM Vikas Sharma mengatakan, bisnis film menjadi salah satu penopang kinerja perseroan selama sembilan bulan pertama 2026. Salah satu produksi yang dinilai menunjukkan potensi kuat adalah film Cerita Lila.
"Film menopang sembilan bulan ini, dan Cerita Lila menunjukkan potensi rilisan lokal yang kuat. Kami akan melanjutkannya dengan lebih banyak rilis layar lebar, distribusi pustaka film yang lebih luas, dan jaringan Platinum Cineplex yang lebih besar," jelas CFO RAAM Vikas Sharma dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Tak hanya pendapatan, kinerja operasional RAAM juga menunjukkan perbaikan signifikan. Hal ini terlihat dari capaian EBITDA yang berbalik positif menjadi Rp24,54 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan EBITDA negatif Rp48,91 miliar.
Sejalan dengan itu, margin EBITDA RAAM juga mengalami peningkatan menjadi positif 13 persen. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, margin EBITDA perseroan masih berada di level negatif 34 persen.
Meski demikian, RAAM masih membukukan rugi bersih setelah pajak sebesar Rp67,25 miliar hingga September 2026.
Kerugian tersebut terutama dipengaruhi sejumlah pos yang bersifat satu kali atau one-off, yakni kerugian sekitar Rp64,8 miliar dari pelepasan 33,33 persen kepemilikan saham perseroan di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN), serta penghapusan restitusi pajak sekitar Rp2,9 miliar setelah pemeriksaan pajak.
Apabila kedua pos tersebut tidak diperhitungkan, RAAM mencatatkan Laba Setelah Pajak Disesuaikan atau Adjusted Profit After Tax sebesar Rp456,02 juta.
Capaian ini berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan masih membukukan rugi setelah pajak disesuaikan sebesar Rp81,31 miliar.
Perseroan menilai capaian hingga September 2026 menjadi tonggak penting dalam proses pemulihan bisnis dan keuangan yang tengah berjalan.
Pertumbuhan pendapatan dan keberhasilan membalikkan EBITDA menjadi positif dinilai mencerminkan perbaikan pada bisnis operasional. Sementara itu, kerugian bersih yang masih tercatat lebih banyak dipengaruhi transaksi dan penyesuaian yang bersifat tidak berulang.
"Dengan neraca yang lebih ringan setelah divestasi CMN,kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk terus menumbuhkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang," jelasnya.
Ke depan, RAAM akan melanjutkan strategi penguatan bisnis inti di industri hiburan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga disiplin keuangan.
Perseroan juga akan mengoptimalkan peluang pertumbuhan melalui peningkatan produksi film, perluasan distribusi pustaka film, dan pengembangan jaringan bioskop Platinum Cineplex guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.