IHSG Masih Terjebak di Zona Merah Pagi Ini, Pantau Saham BBNI

Senin, 02 November 2026 | 09:19 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah 0,39 persen ke level 5.039 pada awal perdagangan Senin, 2 November 2026.
  • Bursa Efek Indonesia resmi mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
  • Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat IHSG berpotensi menguji level support di rentang 5.026 hingga 4.942.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih jatuh di awal perdagangan, Senin, 2 November 2026. IHSG dibuka melemah 0,39 persen ke level 5.039.

Berdasarkan data perdagangan Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus menurun 0,82 persen ke level 5.013.

Pada waktu itu, ativitas transaksi pasar tercatat mencapai 3,04 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp953,85 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 117.820 kali. 

Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 142 saham menguat, 519 saham melemah, dan 302 saham bergerak stagnan.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat. [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun saham-saham yang masuk jajaran top gainers pada awal perdagangan antara lain:

  • MKNT
  • IDPR
  • MIRA
  • POLI
  • LUCK

Sementara itu, daftar top losers diisi oleh:

  • LOPI
  • BMBL
  • MSIE
  • SOFA
  • PLAN

Proyeksi IHSG 

IHSG diproyeksi masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini.Secara teknikal, indeks saham domestik tersebut masih berada dalam tren bearish atau melemah.

Mengutip riset BRI Danareksa, IHSG berpotensi menguji level support di rentang 5.026 hingga 4.942. Sementara itu, resistance terdekat berada pada kisaran 5.116 hingga 5.170.

Dari sisi teknikal, candle terakhir IHSG menunjukkan adanya respons beli ketika indeks bergerak di bawah level 5.000. Namun, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line.

Memasuki perdagangan awal November, pelaku pasar juga akan mencermati implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Mulai 2 November 2026, BEI mengecualikan 81 saham kategori HSC dari perhitungan IHSG. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks saham domestik.

Selain kebijakan tersebut, investor juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi domestik, mulai dari rilis data inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III, hingga posisi cadangan devisa.

Dari eksternal, arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) setelah keputusan suku bunga terakhir turut menjadi perhatian pasar.

Perkembangan harga minyak dunia dan tensi geopolitik juga perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah serta arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Di tengah tekanan yang masih membayangi IHSG, riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com