- Bursa Efek Indonesia dan PT Dimensi International Tax mengevaluasi insentif pajak untuk perusahaan tercatat pada Senin, 2 November 2026.
- Evaluasi kebijakan perpajakan tersebut bertujuan mendorong calon emiten melakukan penawaran umum perdana saham serta memperkuat daya tarik pasar modal.
- Emiten yang memenuhi kriteria tertentu berhak mendapatkan pengurangan tarif Pajak Penghasilan Badan sebesar tiga persen.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Dimensi International Tax, berencana mengevaluasi efektivitas insentif pajak bagi perusahaan tercatat (emiten).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik, menyampaikan bahwa kajian tersebut mencakup evaluasi terhadap kebijakan insentif perpajakan yang saat ini berlaku bagi emiten yang memenuhi kriteria tertentu.
Langkah ini untuk mendorong calon emiten melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
"Bursa Efek Indonesia bersama dengan PT Dimensi International Tax telah menyelesaikan kajian untuk mengevaluasi efektivitas insentif pajak bagi perusahaan tercatat," katanya di Gedung BEI, Senin (2/11/2026).
Saat ini, dia menambahkan, perusahaan yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh insentif perpajakan berupa pengurangan tarif pajak penghasilan badan sebesar 3 persen.
Kata dia, emiten yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu berhak mendapatkan potongan insentif perpajakan dalam bentuk penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 3 persen.
Pihaknya berharap hasil dari kajian mendalam tersebut bisa semakin memperkuat daya tarik pasar modal bagi para calon emiten maupun emiten yang sudah ada.
"Kami tentu berharap kajian yang berfokus pada empat pilar insentif ini akan dapat menjadi penguatan bagi perusahaan-perusahaan calon maupun perusahaan tercatat," ujarnya.
Lebih lanjut, Jeffry menguraikan pentingnya keterlibatan emiten dalam memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung di pasar modal, guna mengeksplorasi potensi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Kita juga akan membahas berbagai peluang pengembangan perusahaan melalui pasar modal termasuk optimalisasi insentif perpajakan bagi perusahaan tercatat," katanya.
Ia mengungkapkan, Bursa Efek Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendampingi perusahaan sejak tahap awal melalui edukasi dan pembinaan, hingga siap naik kelas dan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya.
Dia menekankan bahwa BEI senantiasa berkomitmen mendampingi perusahaan dari tahap awal hingga mampu naik kelas dan berdaya saing global.
"Fokus kami bukan hanya sekedar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya.