- Harga minyak dunia turun satu persen pada perdagangan Selasa akibat pasar mencermati perkembangan perundingan damai internasional.
- Kremlin mengonfirmasi rencana pertemuan trilateral bersama Ukraina dan Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 10-11 November mendatang.
- Analis memproyeksikan penambahan stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 0,9 juta barel pada pekan ini.
Suara.com - Harga minyak dunia melemah 1 persen ke level terendah dalam hampir empat minggu pada perdagangan Selasa (4/10/2026). Penurunan ini dipicu oleh kalkulasi pasar terhadap upaya perundingan damai di Ukraina dan Iran di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan akibat serangan militer terbaru di kedua kawasan tersebut.
Mengutip dari Reuters pada Rabu (4/11/2026), harga minyak dunia berjangka jenis Brent turun 1,17 dolar AS atau 1 persen menjadi 103,60 dolar AS per barel, yang merupakan titik penutupan terendah sejak 7 Oktober.
Sementara itu, minyak dunia West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 37 sen ke posisi 96,09 dolar AS per barel, level terendah sejak 14 Oktober.
Pasar global juga mencermati pemilu sela (midterm elections) AS untuk memetakan arah kebijakan energi dan politik luar negeri Washington.
Dari kawasan Timur Tengah, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran dan Washington masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Namun, Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak tetap berkomitmen pada upaya mediasi dan sedang meninjau sejumlah proposal kompromi.
"Meskipun ada sinyal positif, mungkin terlalu dini untuk menganggap risiko eskalasi telah berlalu. Namun yang jelas, sinyal kemajuan yang kuat dalam pembicaraan damai akan membawa penurunan harga lebih lanjut," tulis ING dalam catatannya.
Dinamika militer tetap membayangi kawasan. Pasukan AS dilaporkan melancarkan serangan terbatas ke fasilitas rudal permukaan-ke-udara di Pulau Qeshm, Iran. Di saat bersamaan, CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, menyatakan pihaknya tengah memperluas jalur pipa minyak mentah guna meminimalisasi ketergantungan pada Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya dilalui 20 persen pasokan minyak dunia.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menyepakati penghentian bantuan dana sebesar 4 miliar dolar AS untuk Israel mulai akhir tahun ini.
Dari Eropa Timur, Kremlin mengonfirmasi bakal menggelar pertemuan trilateral bersama Ukraine dan AS di Abu Dhabi pada 10-11 November mendatang. Meski agenda diplomasi dijadwalkan, ketegangan fisik masih tinggi setelah serangan drone Ukraina memicu kebakaran di kilang minyak Yaroslavl, Rusia, serta serangan balasan Rusia ke infrastruktur energi Ukraina.
Di sisi lain, ekspor minyak Venezuela bertahan di posisi 1,08 juta barel per hari pada Oktober akibat stagnasi produksi dan tingginya biaya logistik.
Pasar kini menantikan rilis laporan inventaris minyak mingguan AS dari American Petroleum Institute (API) dan US Energy Information Administration (EIA). Analis memproyeksikan adanya penambahan stok minyak mentah AS sebesar 0,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 Oktober, yang menandai kenaikan persediaan pertama setelah terus menyusut selama empat minggu berturut-turut.