- Adopsi AI membuka peluang efisiensi, tetapi meningkatkan risiko keamanan data.
- Tata kelola dan perlindungan informasi menjadi kunci penerapan AI.
- Kedaulatan digital membutuhkan infrastruktur dan teknologi keamanan yang kuat.
Suara.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin meluas di dunia industri membuka peluang peningkatan produktivitas. Namun, di balik efisiensi yang ditawarkan, perusahaan juga menghadapi tantangan baru, mulai dari keamanan data hingga keandalan sistem digital.
Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam PERURI Digital Summit 2026 yang digelar pada 21-22 Oktober 2026 di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan.
Forum bertema Building Technology of the Future itu membahas perkembangan AI, kesiapan infrastruktur, keamanan data, hingga strategi penerapannya di sektor industri dan publik.
Sejumlah perusahaan teknologi global dan nasional, seperti Google, Alibaba Cloud, Hewlett Packard Enterprise (HPE), Telkom Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSMART turut berbagi perspektif mengenai pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI.
Direktur Digital Business PERURI, Edwin Purwandesi, mengatakan penguasaan AI tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan efisiensi. Penerapannya juga harus diimbangi tata kelola yang kuat untuk menjamin keamanan dan kepercayaan pengguna.
"Penguasaan teknologi AI perlu diimbangi tata kelola yang kuat agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara," ujar Edwin.
Menurutnya, pemanfaatan AI kini semakin luas, mulai dari pengolahan data dan dokumen hingga membantu proses pengambilan keputusan. Kondisi ini membuat perlindungan data, integritas informasi, dan keandalan layanan digital menjadi semakin penting.
Di tengah kebutuhan tersebut, perusahaan juga dituntut memastikan teknologi AI tidak membuka celah keamanan baru dalam operasional bisnis.
Berbekal pengalaman lebih dari lima dekade dalam percetakan uang dan dokumen sekuriti, PERURI mulai memperluas kapabilitas keamanan ke ranah digital. Solusi yang dikembangkan mencakup tanda tangan elektronik tersertifikasi, identitas digital, analitik data, hingga pemanfaatan AI untuk membantu mengidentifikasi potensi celah keamanan sistem.
Melalui forum tersebut, perusahaan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapabilitas teknologi nasional sekaligus membangun ekosistem digital yang lebih aman dan berdaulat.