Proteksi Dini Bisa Jadi Solusi Atasi Krisis Finansial dari Biaya Medis

Kamis, 05 November 2026 | 08:25 WIB
Ilustrasi finansial. (pexels.com)
BACA 10 DETIK
  • Perawatan medis jangka panjang sangat berisiko menghancurkan ketahanan finansial keluarga jika tidak diantisipasi sejak awal.
  • Tingginya ancaman kebangkrutan ini terbukti dari mahalnya biaya pengobatan autoimun yang bisa menguras kantong hingga Rp45 juta untuk satu kali tindakan suntikan.
  • Kepemilikan proteksi kesehatan akhirnya terbukti menjadi solusi mutlak untuk mengamankan ekonomi keluarga, khususnya ketika sang pencari nafkah utama jatuh sakit.

Suara.com - Krisis finansial kerap kali menjadi ancaman serius bagi ketahanan finansial keluarga. Perawatan medis jangka panjang misalnya, kebutuhan biaya pengobatan untuk penyakit kritis kerap memaksa masyarakat menguras tabuungan, bahkan bisa berujung bangkrut.

Mahalnya biaya medis ini dialami langsung oleh Muhammad Ardiansyah yang didiagnosis menderita penyakit autoimun psoriasis. Penyakit ini memaksanya menjalani perawatan dalam waktu yang tidak singkat.

Pada tahap awal pengobatan, Ardiansyah harus menerima 15 hingga 18 kali suntikan setiap bulan. Biaya untuk satu kali suntikan pun sangat tinggi dengan angka Rp45 juta. 

Jika diakumulasikan, total biaya perawatan yang dibutuhkan dapat dengan mudah menghancurkan rencana keuangan yang sudah dibangun dan memicu krisis ekonomi bagi keluarganya.

“Perawatannya sudah berkali-kali dan biayanya cukup besar," katanya, Kamis (5/11/2026).

Proteksi Dini

Namun dirinya memiliki proteksi dini lewat perlindungan dari Prudential Syariah. Ia mengaku kalau layanan itu membantu menanggung biaya perawatan sudah dijalani.

Ia menceritakan berbagai kemudahan layanan dari asuransi mulai dari proses klaim, masa perawatan di rumah sakit, hingga kepulangan yang membantunya fokus pada penyembuhan. 

Selain itu, adanya pendampingan dari tenaga pemasar serta kemudahan layanan digital membuatnya bisa memantau informasi polis dengan tenang.

Sementara itu Lili Yani Hasibuan selaku istri Ardiansyah menilai perlindungan asuransi adalah tameng utama keluarga, terlebih ketika pencari nafkah utama harus menghadapi risiko kesehatan. 

Ia menyadari, ketika tulang punggung keluarga jatuh sakit, ancamannya bukan hanya pada biaya perawatan, tetapi juga potensi hilangnya pendapatan secara bersamaan.

“Kalau terjadi sesuatu pada suami sebagai pencari nafkah, setidaknya kami tidak perlu kembali memikirkan biaya kesehatannya. Perlindungan sangat membantu, baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak,” ungkap Lili.

Menyadari risiko finansial tersebut, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menegaskan komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat menghadapi beban biaya kesehatan yang tinggi.

“Perawatan jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan sekaligus kondisi finansial keluarga. Karena itu, kami berupaya memastikan Peserta tidak menghadapi proses tersebut sendirian,” ucap dia. 

Menurutnya, komitmen asuransi adalah hadir membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga agar setiap janji perlindungan bisa terwujud secara nyata. Tak hanya sekadar fasilitas pengobatan, layanan ini bisa menyelamatkan keluarga dari kebangkrutan. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com