Bagi publik Italia tentu cukup familiar dengan nama Baggio. Nama ini selalu diidentikkan dengan nama mantan striker Fiorentina dan Juventus, Roberto Baggio.
Sebenarnya nama Baggio di Italia tidak hanya ada identik dengan Si Little Budha tersebut, ada juga nama Dino Baggio. Siapa Dino Baggio? Bagi bukan penggemar fanatik Juventus dan Parma nama Dino Baggio mungkin tidak terdengar asing.
Dino dan Roberto bukan kakak beradik, namun mereka berkarier di zaman yang sama. Saat Roberto bersinar bersama Fiorentina dan kemudian dilanjutkan ke Juventus pada 1990 hingga 1995, Dino pun satu klub dengan Roberto. Sayang bagi Dino sendiri berkarier satu zaman dengan Roberto, namanya malah tenggalam bahkan dilupakan.
Dikutip dari laporan thesefootballtimes.co, Dino dianggap pemain yang sial karena satu zaman dengan Roberto Baggio ditengah kariernya seharusnya berada di usia emas. Pemain kelahiran Padova pada Juli 1971 itu padahal memiliki perawakan fisik yang jauh berbeda dengan Roberto.
Dino Baggio memiliki fisik yang tinggi besar, ia tipikal gelandang petarung di lini tengah yang mengandalkan kekuatan fisik. Jika Roberto Baggio dikenal banyak orang dengan rambut kuncir kuda, Dino justru membiarkan rambutnya panjang terurai.
Sayang Dino selalu diidentikkan sebagai saudara dari Roberto. Jika mencari ke mesin pencari google dan Anda ketikkan nama Baggio, pencarian pertama yang keluar selalu Roberto Baggio. Dino terlupakan.
Karier dari Dino sendiri sebenarnya dimulai bersama klub Torino. Ia satu angkatan dengan dengan striker andal Italia lainnya, Gianluigi Lentini. Pada September 1990, ia lebih dahulu promosi ke tim utama Torino pada usia 19 tahun dibanding Lentini. Ia pun ditempa oleh pelatih veteran, Emiliano Mondonico.
Namanya kemudian jadi harum pada era awal 90-an. Juventus sang rival Torino jatuh cinta pada Dino, sayang Torino lebih menginginkan Dino jadi pemain pinjaman di Inter Milan. Di sana, Dino kembali ditempa jadi gelandang tangguh dari pemain sekaliber Lothar Matthaus dan Nicola Berti.
Baru pada 1992 Dino bisa berseragam Juventus. Ia bergabung ke Juventus bersama pemain seperti David Platt dan Andreas Moller.
Baca Juga: Pemain Ini Salip Rekor Roberto Baggio
Masuknya Dino ke Juventus melengkapi klub itu memiliki duo Baggio yang di era itu memang jadi perhatian publik Italia. Beruntung bagi Juventus namun sial bagi Dino.
"Kebanyakan orang tak mempercayai Dino hanya karena nama Baggio dibelakangnya. Padahal ia telah membungkam banyak orang dengan penampilannya yang luar biasa," kata eks pelatih Timnas Italia, Arrigo Sacchi seperti dikutip dari theguardian.com.
Singkat cerita setelah ia hanya bertahan 2 musim di Juventus, Dino kemudian mulai mendapatkan titik terang dalam kariernya saat gabung dengan Parma.
Di Parma, Dino mencatatkan 172 caps dan mencetak 19 gol. Setelah sempat bermain di Inggris dengan membela Blackburn Rovers sebagai pemain pinjaman dari Lazio, karier Dino semakin terbenam.
Akhir cerita karier Dino pun tak jauh berbeda sebenarnya dengan Roberto Baggio. Jika Roberto di penghujung kariernya bermain di klub kecil, Brescia, Dino juga bermain klub yang tak kalah kecil, Tombolo yang bermain di kasta keempat Liga Italia pada 2008/09 silam.
Sayang saat gantung sepatu tak banyak kabar soal aktifitas terkini Dino, namanya tetap terlupakan.
Berita Terkait
-
Bernostalgia Kala Juventus Bermarkas di Stadion Delle Alpi
-
Hasil Bola Tadi Malam: Barcelona dan Real Madrid Petik Kemenangan, PSG Imbang Lawan Monaco
-
Ditahan Imbang Fiorentina 0-0, Laju Sempurna Napoli Terhenti
-
3 Fakta Menarik saat Lazio Berikan Inter Milan Kekalahan Perdana Musim Ini
-
Punya Skuad Mentereng, Juventus Gagal Menang Lagi usai Ditahan AS Roma
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar