Buntut dari tewasnya anak Soimah, seorang ibu dari Palembang, AM (17) saat menimba ilmu di Pondok Modern Gontor 1, Jawa Timur membuat netizen meradang dan geruduk akun Instagram pesantren tersebut.
Pada unggahan akun @pondok.modern.gontor beberapa jam lalu, publik ramai-ramai meminta pihak Gontor untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.
"Mau dimana pun kejadiannya, tetap tidak bisa dibenarkan adanya kekerasan apalagi sampai ada korban yg meninggal dunia. Sangat disayangkan pihak pondok sejak awal tidak terbuka mengenai penyebab ananda AM meninggal dunia. Ini menjadi teguran bagi semua pihak terutama bagi para ustad di pondok gontor dan menjadi pembelajaran agar lebih memperhatikan santri yg begitu banyaknya. Doa terbaik untuk almarhum, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yg ditinggalkan ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini," tulis salah satu netizen.
"tapi dari keterangan ibu nya AM kenapa kok gontor bilang AM meninggal karena jatuh waktu lemah padahal kan dia di bully di aniaya sama temennya, kalau nggak viral nghak bakal konfitmasi atau oress conference kaya gini kah?" timpal akun lainnya.
"Ada yang salah di internal mereka bearti kok pesantren besar kecolongan, usut tuntas," sambung akun lainnya.
"Biar hukum yg memproses, Gontor tetap maju jangan sampai ada provokasi dari buzzer,"
Sebelumnya, Soimah mengadukan kasus yang menimpa dirinya kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Saat bertemu di Palembang, Soimah mengaku kepada Hotman tak punya biaya untuk melapor kasus anaknya itu ke polisi.
"Ibu itu dari keluarga tidak mampu, karena ketika saya minta membuat laporan polisi, kembali ke daerah Gontor, ibunya tidak mempunyai ongkos," ujar Hotman pada akun Instagramnya.
"Tolong organisasi setempat ini harus dibongkar apa penyebabnya kematian (AM)," tegas Hotman.
Baca Juga: Kasus Santri Pondok Gontor Tewas, Ini Penjelasan Polisi
Hotman juga menduga bahwa AM diduga adalah korban penganiayaan.
"Karena ibunya itu menunjukkan ke saya foto dimana kain yang membalut tubuh anaknya itu penuh dengan darah, jadi diduga adalah korban penganiayaan," ungkapnya.
Sementara itu pihak Gontor sendiri mengaku adanya penganiayaan yang menyebabkan wafatnya almarhum AM pada pertengahan Agustus lalu. Para pelaku yang juga merupakan santri pondok telah diberi sanksi berat.
"Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat. Menyikapi hal ini, kami langsung bertindak cepat dengan menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut," ujar Noor Syahid jubir Gontor.
"Hingga rilis ini diterbitkan, kami pihak Pondok Modern Gontor masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum Ananda AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama," tambahnya.
Berita Terkait
-
Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Bukan Satu Orang, 2 Korban Lain Luka-Luka
-
Tim Forensik RS Bhayangkara Palembang Bersedia Autopsi Jenazah Santri Pondok Gontor
-
Terungkap! Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Lebih dari Satu Orang, 1 Meninggal 2 Luka-luka
-
50 Adegan Prarekonstruksi Tewasnya Santri Albar Mahdi Digelar di Pondok Gontor
-
Kuasa Hukum Keluarga Pertanyakan Ponpes Gontor Sempat Sebut Santri Meninggal Karena Sakit, Minta Kasus Diusut
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Ancaman 36 Tahun Penjara untuk Taufik Hidayat Menanti
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Kasus Suap Bupati Kuansing, Sejumlah Lokasi Digeledah KPK
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH