/
Rabu, 07 September 2022 | 07:57 WIB
gontor

Buntut dari tewasnya anak Soimah, seorang ibu dari Palembang, AM (17) saat menimba ilmu di Pondok Modern Gontor 1, Jawa Timur membuat netizen meradang dan geruduk akun Instagram pesantren tersebut. 

Pada unggahan akun @pondok.modern.gontor beberapa jam lalu, publik ramai-ramai meminta pihak Gontor untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. 

"Mau dimana pun kejadiannya, tetap tidak bisa dibenarkan adanya kekerasan apalagi sampai ada korban yg meninggal dunia. Sangat disayangkan pihak pondok sejak awal tidak terbuka mengenai penyebab ananda AM meninggal dunia. Ini menjadi teguran bagi semua pihak terutama bagi para ustad di pondok gontor dan menjadi pembelajaran agar lebih memperhatikan santri yg begitu banyaknya. Doa terbaik untuk almarhum, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yg ditinggalkan ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini," tulis salah satu netizen. 

"tapi dari keterangan ibu nya AM kenapa kok gontor bilang AM meninggal karena jatuh waktu lemah padahal kan dia di bully di aniaya sama temennya, kalau nggak viral nghak bakal konfitmasi atau oress conference kaya gini kah?" timpal akun lainnya. 

"Ada yang salah di internal mereka bearti kok pesantren besar kecolongan, usut tuntas," sambung akun lainnya. 

"Biar hukum yg memproses, Gontor tetap maju jangan sampai ada provokasi dari buzzer," 

Sebelumnya, Soimah mengadukan kasus yang menimpa dirinya kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Saat bertemu di Palembang, Soimah mengaku kepada Hotman tak punya biaya untuk melapor kasus anaknya itu ke polisi. 

"Ibu itu dari keluarga tidak mampu, karena ketika saya minta membuat laporan polisi, kembali ke daerah Gontor, ibunya tidak mempunyai ongkos," ujar Hotman pada akun Instagramnya. 

"Tolong organisasi setempat ini harus dibongkar apa penyebabnya kematian (AM)," tegas Hotman. 

Baca Juga: Kasus Santri Pondok Gontor Tewas, Ini Penjelasan Polisi

Hotman juga menduga bahwa AM diduga adalah korban penganiayaan. 

"Karena ibunya itu menunjukkan ke saya foto dimana kain yang membalut tubuh anaknya itu penuh dengan darah, jadi diduga adalah korban penganiayaan," ungkapnya.

Sementara itu pihak Gontor sendiri mengaku adanya penganiayaan yang menyebabkan wafatnya almarhum AM pada pertengahan Agustus lalu. Para pelaku yang juga merupakan santri pondok telah diberi sanksi berat.

"Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat. Menyikapi hal ini, kami langsung bertindak cepat dengan menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut," ujar Noor Syahid jubir Gontor. 

"Hingga rilis ini diterbitkan, kami pihak Pondok Modern Gontor masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum Ananda AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama," tambahnya. 

Load More