/
Senin, 10 Oktober 2022 | 22:40 WIB
Sergio Silva | @sergiosilva____4

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 membuat luka bagi semua pihak, terutama para korban dan keluarga.

Kondisi pasca tragedi Kanjuruhan juga mempengaruhi para pemain, salah satunya pemain Arema, Sergio Silva

Sergio Silva mengaku bahwa ia menderita secara mental akibat tragedi tersebut. Ia bahkan menyebut ada gairah yang hilang untuk lagi bermain sepak bola. 

"Kami tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Tidak ada yang menyangka. 30 menit pertama setelah pertandingan selesai, kami mendengar kehebohan di ruang ganti," ucapnya melansir dari Marca

"Para suporter berlarian di koridor ruang ganti. Kami mendengar teriakan dari mereka dan polisi. Kami melihat semua orang panik, di atas polisi menggunakan gas air mata," ucapnya. 

Pemain asal Portugal berusia 28 tahun itu lebih jauh sedikit bersyukur bahwa tidak ada keluarganya berada di stadion. 

Meski begitu katanya, insiden yang menewaskan 131 orang tersebut merupakan luka mental untuk dirinya dan pemain lain. 

"Hari ini saya merasa lebih kena mental tanpa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya tidak punya keinginan untuk keluar," ungkapnya. 

"Saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini. Saya tidak suka membicarakan hal ini. Saya berharap tidak berbicara soal ini ke depannya,"

Baca Juga: Temuan Komnas HAM Ada Gas Air Mata Kadaluarsa Ditembakan di Kanjuruhan

"Ini bukan sepak bola. Tragedi itu menghilangkan gairah untuk kami bisa terus bermain. Kami hanya pemain yang bermain bola," tambahnya. 

Load More