Kematian Escobar rupanya bukan catatan hitam pertama Piala Dunia, pada 2015 dunia dikagetkan adanya kabar dugaan korupsi di tubuh FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia. Dikutip dari theguardian.com, sejumlah pejabat FIFA diindikasikan menerima uang suap mencapai angka 150 juta dolar selama beberapa tahun event Piala Dunia.
Mei 2015, Departemen Kehakiman AS mengeluarkan dakwaan terlibatnya Presiden FIFA, Sepp Blatter dan sejumlah petinggi FIFA lainnya terlibat aksi suap dan korupsi di tubuh FIFA terkait Piala Dunia. Belakangan, eks presiden UEFA, Michael Platini mengakui bahwa adanya permainan saat Prancis juara Piala Dunia 1998.
Di luar kejahatan para mafia dan pejabat FIFA, penyelenggaraan Piala Dunia juga mendorong sejumlah orang di negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menyuarakan suara mereka terkait hal tak beres dari event ini. Pada Piala Dunia 2014, sejumlah orang acapkali menggelar protes ke jalanan terkait event ini.
Pada Piala Dunia 2018, sejumlah penolakan juga disuarakan sejumlah orang. Penolakan tersebut rata-rata berlatarbelakang kebijakan politik dari negara Rusia terkait konflik di Suriah. Lalu ada juga suara-suara sumbang terkait Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Qatar dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap para pekerja yang membangun infrastruktur Piala Dunia 2022.
Menurut data International Trade Union Centre (ITUC), ada 10 aspek yang menjadi pelanggaran akan hak pekerja di Qatar. Sebagian besar mereka yang terdampak merupakan pekerja yang terlibat dalam persiapan proyek Piala Dunia 2022.
Berita Terkait
-
Jepang Panggil Sutho Machino Gantikan Yuta Nakayama untuk Piala Dunia 2022
-
26 Nama-nama Pemain Timnas Jepang di Piala Dunia Qatar 2022
-
Mantan Presiden FIFA: Pilih Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 adalah Kesalahan
-
Mulai Rp 160 Ribu Bisa Nonton Piala Dunia Langsung, Ini Harga Tiket Piala Dunia 2022 Qatar
-
Eks Presiden FIFA Kritik Qatar Tak Pantas Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Warga Jakarta Wajib Tahu! Waktu Imsak Hari ini, 4 Maret 2026 Jangan Sampai Mepet Subuh
-
Cek Fakta: Viral Undian Haji dan Umrah Gratis 2026 Kemenag, Benarkah atau Modus Penipuan?
-
Kejari Serang Geledah Kantor BPN: Dokumen Disita, Uang Tunai Rp220 Juta Diamankan
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini, 4 Maret 2026
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Ngeri! Aksi Brutal Antonio Rudiger kepada Bek Getafe Dicap Percobaan Pembunuhan
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Pasutri Asal Cisarua Bogor Ditemukan Tewas dalam Mobil di Padalarang, Pelaku Berhasil Ditangkap
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran