Viral kondisi jalan rusak yang terjadi di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kesal karena kondisi jalan rusak, warga di sekitar bahkan sampai mengancam akan Golput pada Pemilu 2024.
Pada video yang viral di laman sosial media, terlihta kondisi jalan rusak ditanami pohon pisang oleh warga.
Tidak hanya pohon pisang, warga pun bentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan ancaman Golput pada Pemilu 2024.
"Jalan butut pisan," tulis salah satu spanduk yang dibentangkan warga.
Ada juga spanduk bertuliskan, "jalan rusak segera perbaiki," atau "Warga menolak caleg dan akan Golput,"
"Ironi Kabupaten Bogor dengan Pendapatan Asli Daerah Terbesar se Jawa Barat 1. Kondisi jalannya Banyak yang Rusak , padahal hanya 10 menit dari Istana Presiden, Rakyatnya mengancam Golput," tulis caption pada video yang dibagikan akun Twitter @Heraloebss
"2. Dua Bupatinya yang Merupakan Adik kaka ( Yasin CS) di Tangkap KPK , bahkan kakanya 2 Kali ditangkap KPK, 3. Kab bogor dengan Jumlah DPT Terbesar hanya dijadikan Bancakan suara olah para Caleg2," sambung akun tersebut.
Video ini juga panen komentar dari netizen yang meminta aparat terkait untuk mendengarkan keluhan warga tersebut.
"kalo di banten ada dinasti atut di kabupaten bogor ada dinasti yasin," komentar salah satu netizen.
Baca Juga: Wow! Viral Sejak 2016, Pembuat Lagu Baby Shark Sampai Sekarang Dapat Bayaran Rp4,3 Miliar Perbulan
"Gitu kok Ngotot IKN," sambung akun lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Bule Motoran Sambil Angkat Barbel saat Macet di Bali, 'Waktu Adalah Otot'
-
Gak Ada Akhlak, Emak-emak Nekat Ambil Singkong dari Mobil Karnaval
-
Kena OTT KPK, Ade Yasin Diberhentikan Secara Tidak Terhormat, Dewan PPP Kompak Tak Hadir Paripurna
-
Kronologi Kebakaran di Lab IPB sampai Mahasiswa S2 Tewas, Kampus Bentuk Tim Investigasi
-
Viral Ospek Anti Mainstream Universitas Sanata Dharma: Syahdu, Seperti Apa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel