Pada 2016 di Desa Cot Buket Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Aceh diresmikan usaha tempat cuci mobil alias doorsmeer.
Tempat usaha tersebut diresmikan si pemiliknya bernama Hanisah binti Abdullah alias Nyonya N yang saat itu berusia 31 tahun.
Peresmian usaha cuci mobil milik Nyonya N itu bahkan sempat diliput oleh salah satu media lokal di sana. Si Nyonya N mengaku bahwa usahanya itu memiliki 12 orang karyawan.
Saat peresmian usaha cuci mobil itu, Nyonya N juga mengundang salah satu tokoh agama di sana.
Di acara peresmian usaha cuci mobil tersebut, Nyonya N juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu.
Kabarnya, luas usaha cuci mobil Nyonya N itu mencapai 1600 m2 dan terletak di lokasi strategis, lintas Medan-Banda Aceh.
Di artikel soal peresmian usaha cuci mobil itu, Nyonya N disebut sebagai wanita muda di Kabupaten Bireuen yang sukses sebagai pebisnis.
Bisnis apa yang ditekuni oleh Nyonya N hinga dianggap sebagai wanita muda sukses?
7 tahun setelah peresmian usaha cuci mobil tersebut, Nyonya N ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 18 Agustus 2023. Penangkapan kepada Nyonya N dikonfirmasi oleh Kepala BNN, Komjen Petrus Reinhard Golose.
Menurut Golose, penangkapan Nyonya N berawal dari penangkapan salah satu bandar dengan inisial AN.
Dari penangkapan AN ini, BNN menyita 52 kg sabu-sabu yang sudah dikemas dalam 50 bungkus plastik, 70 kotak bermerk Rolex dengan isi 323.822 butir pil ekstasi berbobot 129 kg.
Dari hasil pemeriksaan AN mengaku sebagai suami kedua Nyonya N. Dari pemeriksaan juga terungkap AN tidak menjalankan bisnis tersebut sendirian, Nyonya N pun ikut terlibat.
Jejak jahat Nyonya N pun mulai dikuak ke publik. Akun Instagram @rakan_aceh di postingannya menyebut bahwa Nyonya N itu sudah cukup lama menjadi bandar narkoba.
Nyonya N juga disebut memiliki suami pertama dengan insial AR (42). Namun suami pertama Nyonya N ini kabarnya pergi ke Cina pada 2020 untuk mengambil sabu-sabu namun tertangkap di sana hingga dijatuhi hukuman mati.
Menariknya merujuk pada data Mahkamah Agung, tercatat nama Nyonyan N yang berasal dari Bireuen sempat mengajukan permohonan pergantian nama untuk anaknya.
Berita Terkait
-
Siapa Ratu Narkoba Aceh, Diduga Jadi Dalang Jaringan Tingkat Internasional
-
Hiu Tutul Terperangkap Nelayan di Aceh, Langsung Dilepas ke Laut
-
Bareskrim Polri Sita Aset Rp89 Miliar Hasil TPPU Kasus Narkoba
-
Hakim Singgung Istri dan Anak, Tangis Ammar Zoni Pecah di Ruang Sidang
-
Terungkap, Ammar Zoni Pernah Pakai Sabu dan Ganja di Thailand Sebelum Ditangkap
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026