Ferdy Sambo terdakwa kasus pembunuhan berencana ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terbebas dari vonis mati. Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis mati Sambo menjadi kurungan seumur hidup.
Kepala Biro Hukum dan Humas MA Sobandi menerangkan pada sidang tertutup ini, dua hakim berbeda pendapat alias dissenting opinion (DO). Sidang kasasi Ferdy Sambo sendiri dipimpin oleh Suhandi.
Selain itu ada Suharto selaku anggota majelis 1, Jupriyadi selaku anggota majelis 2, Desnayeti selaku anggota majelis 3, dan Yohanes Priyana selaku anggota majelis 4.
Sobandi mengatakan hakim majelis 2 dan 3, Jupriyadi dan Desnayeti mendukung Ferdy Sambo tetap dihukum mati.
Profil Hakim MA Desnayeti
Dr Desnayeti M, S.H, M.H merupakan hakim wanita kelahiran Padang, Sumatera Barat pada 30 Desember 1954.
Ia adalah putri dari Mahyudin, seorang mantan hakim yang pernah menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Sumatra Barat serta Riau.
Desnayetti terpilih menjadi Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia setelah melalui pemungutan suara oleh para anggota Komisi III DPR RI pada tanggal 23 Januari 2013 di Jakarta.
Ia berhasil mengantongi 25 suara. Sebelum terpilih jadi Hakim Agung, dia bertugas sebagai Hakim Pengadilan Tinggi Padang, Sumatra Barat.
Karier Desnayeti sebagai hakim telah berjalan selama lebih dari 25 tahun sebelum dia dipercaya menjadi Hakim Agung.
Desnayeti merupakan jebolan Fakultas Hukum Universitas Andalas pada 2008, di sana ia mendapat gelar magister. Pada 2019, ia mendapat gelar doktor hukum dari Universitas Jayabaya.
Dalam rekam jejaknya sebagai hakim, pada 2008, Desna yang dikenal sebagaia hakim pro hukuman mati sepat mendapat sanksi berupa penurunan pangkat dan penundaan kenaikan remunerasi selama satu tahun oleh Badan Pengawasan MA.
Hakim Desna merupakan hakim yang pro hukuman mati, terutama untuk kejahatan pengendar narkoba. Hal ini disampaikan Desna saat fit dan proper test seleksi hakim agung di DPR RI pada 2013.
Berita Terkait
-
Profil dan Rekam Jejak Hakim MA Jupriyadi yang Dukung Ferdy Sambo Dieksekusi Mati: Jebloskan Ahok Masuk Bui
-
Ferdy Sambo Batal Divonis Mati, Legislator PPP: Tentu Tak Adil Bagi Keluarga Brigadir J
-
Profil dan Agama Suhandi, Hakim Agung MA yang Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo, Ternyata Pernah..
-
Polemik MA Sunat Hukuman Ferdy Sambo Cs: Keluarga Brigadir Yosua Kecewa, Publik Geram
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard