Suara.com - Portugal datang ke Piala Dunia memang bukan sebagai tim favorit. Mereka harus berjuang keras melewati play off untuk mendapatkan tiket ke Brasil. Namun Selecao tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
Portugal lolos ke Brasil setelah mengalahkan Swedia 4-2 setelah melewati dua laga play off. Sang kapten Cristiano Ronaldo menjadi bintang keberhasilan Portugal setelah memborong empat gol ke gawang Swedia.
Portugal pun berada di Grup keras yang diisi oleh tim Jerman, Ghana dan Amerika Serikat. Meski Portugal tidak diunggulkan namun pengalaman bicara bahwa Selecao tidak bisa dipandang enteng, apalagi mereka bersama Ronaldo yang saat ini sedang on fire.
Portugal sudah lima kali tampil di ajang Piala Dunia. Prestasi terbaiknya adalah sebagai juara ketiga pada Piala Dunia 1966. Kini bersama pelatih Paulo Bento, Portugal mencoba mengejar asa untuk meraih hasil terbaik di Brasil.
Perjalanan tim ke Brasil:
Portugal lolos lewat babak play off setelah mengalahkan Swedia 4-2.
Pemain Bintang:
Cristiano Ronaldo pantas mendapatkan sorotan di Piala Dunia Brasil 2014 ini. Ia merupakan figur penting bagi keberhasilan Portugal lolos ke Brasil, dimana empat golnya di babak play off dicetak oleh CR7.
Bukan hanya di timnas, Ronaldo juga menjadi sosok penting bagi sukses Real Madrid di musim ini, dimana dia telah mencetak 50 di semua kompetisi musim ini, termasuk 31 gol di Liga Spanyol.
Pelatih: Paulo Bento
Bento menjabat sebagai pelatih tim Portugal pada tahun 2010. Bersama pelatih berusia 44 tahun ini Selecao mencoba mengejar prestasi yang cukup baik. Prestasi terbaik Bento adalah membawa klubnya berada di peringkat keempat di Piala Eropa 2012.
Bento telah membawa Portugal melewati 33 pertandingan dengan meraih 18 kali kemenangan, sembilan kali imbang, enam kali kalah. Namun di Brasil, Bento tentu punya tekad meraih hasil yang lebih baik dari Piala Eropa.
Skuat:
Kiper : Beto (Sevilla), Eduardo (Braga), Rui Patricio (Sporting)
Belakang: Andre Almeida (Benfica), Bruno Alves (Fenerbahce), Fabio Coentrao (Real Madrid), Joao Pereira (Valencia), Neto (Zenit St Petersburg), Pepe (Real Madrid), Ricardo Costa (Valencia)
Tengah: Joao Moutinho (Monaco), Miguel Veloso (Dynamo Kiev), Raul Meireles (Fenerbahce), Ruben Amorim (Benfica), William Carvalho (Sporting)
Depan: Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Eder (Braga), Helder Postiga (Lazio), Hugo Almeida (Besiktas), Nani (Manchester United), Rafa (Braga), Varela (Porto), Vieirinha (VfL Wolfsburg). (Reuters)
Tag
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo! Kategori 2 Tembus Rp133 Juta
-
Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
-
Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia
-
Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris
-
Mbappe dan Michael Olise Melempem, Deschamps Beberkan Penyebab Prancis Tumbang dari Spanyol
-
Ada Proses Panjang di Balik Kesuksesan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara
-
Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal
-
Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris
-
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit