Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:56 WIB
Pemain Argentina Rodrigo De Paul hadiri jumpa pers di QNCC, Doha, Qatar, jelang babak 16 besar Piala Dunia 2022 kontra Australia, Jumat (2/12/2022). [AFP]
Baca 10 detik
  • Rodrigo De Paul fokus memperkuat ketahanan mental bersama psikolog menjelang semifinal Piala Dunia 2026.

  • Ketenangan dan pengendalian emosi menjadi strategi utama Argentina untuk meredam perlawanan sengit Inggris.

  • Sejarah mencatat Inggris unggul rekor pertemuan, namun Argentina memiliki motivasi koleksi trofi keempat.

Suara.com - Gelandang jangkar Argentina, Rodrigo De Paul, memilih fokus membenahi aspek psikologis jelang bentrok hidup mati kontra Inggris di Piala Dunia 2026. Ketahanan mental dinilai menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas lawan di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.

"Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya," ujar De Paul sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.

Pemain berpengalaman ini sadar betul bahwa tekanan di fase empat besar akan berkali-kali lipat lebih berat. Konsultasi intensif dengan psikolog internal tim menjadi menu wajibnya demi menjaga kejernihan pikiran di lapangan.

Penyerang timnas Argentina Lionel Messi (kiri) dan gelandang Rodrigo De Paul (kanan) memegang trofi Copa America sambil berpose untuk foto setelah akhir pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan kontra Bolivia di Stadion El Monumental di Buenos Aires pada 9 September 2021.Juan Ignacio RONCORONI / POOL / AFP

Langkah ini diambil demi meredam gejolak kecemasan yang berpotensi merusak skema permainan Albiceleste. Selain bantuan profesional, De Paul juga mengisolasi diri bersama lingkaran terdekatnya untuk menyerap energi positif.

"Orang-orang terdekat yang mengenal saya dengan baik tahu apa yang harus disampaikan kepada saya," tutur pemain klub Inter Miami itu.

Menariknya, mantan penggawa Atletico Madrid ini justru sengaja memikirkan berbagai skenario terburuk yang mungkin terjadi. Metode simulasi mental ini digunakannya agar tidak terkejut saat situasi sulit mendera di lapangan hijau.

"Saya juga harus dapat mengendalikan emosi meski kadang itu tidak selalu bisa dilakukan. Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok," kata De Paul.

Pendekatan psikologis terukur ini diyakini juga diterapkan oleh seluruh penggawa skuad asuhan Lionel Scaloni. Ketenangan kolektif menjadi harga mati jika sang juara bertahan ingin kembali menembus partai puncak.

Bagi sang gelandang, mempertahankan konsistensi di level tertinggi adalah tantangan terbesar yang sedang mereka hadapi saat ini. Laga kontra Tiga Singa wajib menjadi panggung pembuktian status mereka sebagai penguasa sepak bola dunia.

Baca Juga: Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah

"Saya selalu bangga dengan tim. Sulit untuk mempertahankan kemenangan dari tahun ke tahun, tetapi kami bisa melakukannya sampai saat ini. Namun, laga ini sangat penting, pertandingan yang harus menjadi momen kami memperlihatkan kemampuan terbaik," tutur De Paul.

Pertemuan dua raksasa ini selalu dibumbui tensi tinggi dan sarat akan gengsi politik serta olahraga. Berdasarkan data historis 11v11, Inggris sebenarnya lebih superior dengan mengemas enam kemenangan dari 14 duel.

Sementara itu, Argentina baru mencicipi tiga kali keunggulan dan lima laga sisa berakhir tanpa pemenang. Memori kemenangan terakhir tim Tango atas Inggris di ajang resmi terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 silam.

Kala itu, laga sengit berakhir imbang 2-2 sebelum akhirnya Argentina unggul dramatis 4-3 lewat drama adu penalti. Namun, pembicaraan rivalitas kedua negara tidak akan pernah lepas dari sejarah emas Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Dua gol legendaris Diego Maradona, yakni drama "tangan Tuhan" dan aksi individu memukau, menyingkirkan Inggris di perempat final. Momentum magis tersebut yang kemudian memuluskan langkah Argentina merengkuh trofi keduaya.

Kini, tim Tango sedang membidik gelar keempat mereka setelah sukses mengamankan trofi pada edisi 1978, 1986, dan 2022. Laga di Atlanta akan menjadi pembuktian apakah ketahanan mental De Paul cs mampu memperpanjang napas sejarah mereka.

Load More