Suara.com - Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, memuji Neymar, striker yang mencetak dua gol saat mengalahkan Kroasia dini hari tadi dengan skor 3-1 di Sao Paulo, di laga perdana babak kualifikasi Grup A, Piala Dunia 2014.
Scolari mengatakan bahwa timnya menunjukkan karakter yang kuat setelah sempat tertinggal 1-0 dari Kroasia, akibat gol bunuh diri Marcelo di awal babak pertama.
"Satu-satunya yang kami inginkan adalah agar Neymar gembira memainkan bola. Dia pemain spesial," kata Scolari dalam jump pers setelah laga.
Kroasia lebih dulu unggul berkat gol bunuh diri Marcelo yang salah mengantisipasi umpan silang Ivica Olic pada menit 11. Tetapi pada menit 29 Neymar berhasil menyamakan kedudukan dengan tendangan mendatar dari luar kotak pinalti, disusul oleh eksekusi penaltinya pada menit 71. Brasil mengakhiri perlawanan Kroasia dengan gol Oscar pada menit 91.
Adapun keputusan wasit Yuichi Nishimura dari Jepang yang memberi hadiah penalti untuk tuan rumah Brasil diprotes oleh pelatih Kroasia, Niko Kovac. Dia mengatakan Piala Dunia akan menjadi sirkus jika Brasil terus diuntungkan wasit.
Tudingan itu dijawab oleh Scolari yang mengingatkan Kovac bahwa Brasil adalah negara yang paling sering menjuarai Piala Dunia dan mereka berhasil melakukan itu tanpa bantuan wasit.
"Saya tidak akan menanggapi apa yang rekan saya (Kovac) katakan. Saya hanya mengatakan bahwa Brasil telah menjuarai lima Piala Dunia," tegas Scolari.
"Wasit menilai harus ada penalti. Itu adalah keputusan wasit," imbuh dia. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat