Suara.com - Belum ada satu pun wakil Asia yang bisa meraih kemenangan di Piala Dunia 2014. Korea Selatan berambisi untuk menjadi negara Asia pertama yang bisa meraih tiga angka di Brasil. Target itu dicanangkan menjelang partai melawan Aljazairdi Porto Alegre, dinihari nanti.
Pada pertandingan pertama, tim dengan julukan Taeguk Warrior itu hanya bermain imbang melawan Rusia. Pelatih Hong Myung-Bo mengungkapkan, anak asuhnya tidak boleh membiarkan pemain Aljazair bermain dengan pola yang biasa mereka terapkan.
“Saya belum menetukan susunan pemain. Yang pasti, pertandingan melawan Aljazair sangat penting. Saya melihat pertandingan Aljazair melawan Belgia dan mereka bermain defensif, mungkin karena takut. Namun, saya yakin mereka tidak akan bermain defensif saat menghadapi kami,” kata Myung-Bo.
Myung-Bo mengatakan, Korea Selatan akan bermain dengan target meraih kemenangan. Kata dia, anak asuhnya harus bisa mendapatkan tiga angka apabila ingin membuka peluang lolos ke babak 16 besar.
Selain itu, mantan pemain terbaik ketiga di Piala Dunia 2002 itu ingin memperbaiki kinerja wakil Asia di Piala Dunia 2014.
“Berdasarkan sejarah, wakil Asia jarang tampil baik di Piala Dunia. Namun, saya yakin persepakbolaan Asia akan terus meningkat di masa yang akan datang,” ujarnya.
Myung-Bo juga yakin anak asuhnya bisa mencetak gol dalam pertandingan melawan Aljazair. Kata dia, para pemain harus bisa menciptakan banyak peluang untuk bisa mencuri gol. (Goal)
Berita Terkait
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Analisis Taktik Afrika Selatan vs Korea Selatan, Siapa Melaju ke 32 Besar?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey