Suara.com - Nama Alfred Riedl bukanlah nama yang asing bagi sepak bola Asia, khususnya Asia Tenggara. Riedl yang merupakan top skor di Bundesliga Austria di era tahun 1970, adalah pelatih yang cukup disegani dan telah malang melintang di Asia.
Sejumlah tim nasional di Asia pernah ditangani Riedl, di antaranya Vietnam, Laos dan Indonesia. Bahkan Riedl tidak hanya satu periode menangani timnas, seperti saat tiga periode menukangi timnas Vietnam dan dua periode bersama Laos.
Sama seperti Laos, saat ini Riedl tengah menjalani masa kepelatihan keduanya di Indonesia. Sebelum memimpin tim Garuda di Piala AFF 2014, Riedl pernah memimpin tim Merah Putih di Piala AFF 2010.
Di masa kepelatihan sebelumnya dan saat ini, prestasi yang ditorehkan Riedl bersama timnas bagaikan langit dan bumi. Di Piala AFF 2014 yang tengah berlangsung, Indonesia terancam gagal lolos fase grup setelah hanya mampu meraih satu poin dari dua pertandingan.
Kenyataan ini bertolak belakang dengan prestasi Riedl bersama timnas di Piala AFF empat tahun silam. Saat itu Indonesia tidak hanya berhasil menjadi juara grup, akan tetapi juga keluar sebagai runner up di akhir turnamen.
Berbeda dengan apa yang dialami Indonesia di fase grup Piala AFF kali ini, di Piala AFF 2010, Indonesia yang tergabung di Grup A bersama Malaysia, Thailand dan Laos keluar sebagai jawara grup dengan mengantongi sembilan poin.
Kala itu, Indonesia berhasil mencukur Malaysia 5-1 dan mempermalukan Laos dengan enam gol tanpa balas. Sementara saat menghadapi Thailand, tim Garuda menang tipis 2-1.
Di semifinal, Indonesia berhasil menyingkirkan Filipina, tim yang mempermalukan skuat Garuda di Piala AFF 2014. Meski akhirnya, di partai puncak tim besutan Riedl kala itu dipaksa menyerah oleh Malaysia dengan agregat 4-0.
Merujuk pada fakta diatas, akankah Riedl mampu membawa Indonesia ke partai puncak dalam gelaran Piala AFF kali ini? Meski peluang Indonesia sangat tipis, hal mustahil bisa terjadi dalam sepak bola. Jadi, kita tunggu saja hasil laga Indonesia vs Laos dan Filipina vs Vietnam malam ini.
Berita Terkait
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA
-
Pengakuan Luke Vickery Kontak dengan John Herdman Bikin Publik Australia Heboh
-
Lebih Sengit dari Derby Inggris, John Herdman Antusias Hadapi Persaingan Panas di Piala AFF 2026
-
Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
-
Akhirnya Starter di Ipswich Town, Pintu Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia Terbuka Lebar
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA
-
Rekor Maarten Paes Lawan Klub Justin Hubner: Catatan Clean Sheet dan Pesta Gol
-
Psywar Federico Barba ke Ratchaburi FC: Sampai Bertemu di Bandung
-
Pengakuan Luke Vickery Kontak dengan John Herdman Bikin Publik Australia Heboh
-
Lebih Sengit dari Derby Inggris, John Herdman Antusias Hadapi Persaingan Panas di Piala AFF 2026
-
Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
-
Akhirnya Starter di Ipswich Town, Pintu Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia Terbuka Lebar
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Kontroversi: ICE Ambil Peran Kunci, Suporter Waswas?
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Brasil hingga 2030, Kantongi Gaji Rp170 Miliar